Sleman

Kurangnya Komunikasi Antara PPK dengan KPU jadi Alasan Telatnya Pencairan Honor KPPS di Sleman

Kurangnya Komunikasi Antara PPK dengan KPU jadi Alasan Telatnya Pencairan Honor KPPS di Sleman

Kurangnya Komunikasi Antara PPK dengan KPU jadi Alasan Telatnya Pencairan Honor KPPS di Sleman
Tribun Jogja/ Alexander Ermando
Sekretaris KPU Sleman Joko Marhaendarto (tengah) saat menemui anggota KPPS yang melakukan aksi unjukrasa di kantor KPU SLeman untuk menuntut pencarian honor, Senin (22/4/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sekretaris KPU Sleman Joko Marhaendarto mengungkapkan terlambatnya pencairan honor anggota KPPS disebabkan komunikasi yang kurang lancar antara PPK dengan KPU Sleman.

Hal itu disampaikannya di hadapan ratusan anggota KPPS yang menggelar unjukrasa di kantor KPU Sleman, Senin (22/4/2019).

"Harusnya data para KPPS sudah masuk, tapi nyatanya data yang masuk tidak bersamaan," jelas Joko.

Joko pun mengakui bahwa seharusnya para komisioner turun ke lapangan langsung untuk mengecek data dari KPPS. Atas kelalaian ini, ia pun meminta maaf.

Aksi unjuk rasa para KPPS se-Sleman sempat berjalan tegang. Pasalnya mereka ingin bertemu dengan Ketua KPU Sleman Trapsi Haryadi, namun yang bersangkutan tidak berada di tempat.

Ratusan KPPS Tuntut Pembayaran Honor ke KPU Sleman

Meskipun demikian, kesepakatan tercapai antara kedua belah pihak, bahwa honor akan dibayarkan pada Selasa (23/04/2019) besok.

Ketua Forum Peduli KPPS Sleman Yadidi mengatakan honor yang seharusnya mereka terima sejak pencoblosan, jumlahnya bervariasi.

"Honornya mulai dari Rp 550 ribu untuk Ketua hingga Rp 400 ribu untuk Linmas. Itu belum termasuk pajak," kata Yadidi.(tribunjogja)

Penulis: Alexander Aprita
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved