Kisah Caleg Gagal dari Pekalongan, Uangnya Sisa Rp19 Ribu, ke Jakarta Mau Jual Ginjal

Kisah Candra Saputra, caleg yang gagal ini juga memilukan. Ia pergi ke Jakarta, berencana menjual ginjalnya.

Kisah Caleg Gagal dari Pekalongan, Uangnya Sisa Rp19 Ribu, ke Jakarta Mau Jual Ginjal
shutterstock
ilustrasi 

Kisah Caleg Gagal dari Pekalongan, Uangnya Sisa Rp19 Ribu ke Jakarta Mau Jual Ginjal

TRIBUNJOGJA.COM - Pemilu serentak di Tanah Air digelar Rabu (17/4/2019) lalu. Pascagelaran pesta demokrasi itu banyak peristiwa-peristiwa yang terjadi.

Sebut saja anggota KPPS yang bunuh diri di Sleman, beberapa anggota KPPS yang meninggal akibat kelelahan serta sejumlah calon legislatif (caleg) stres akibat gagal memperoleh suara.

Kisah Candra Saputra, caleg yang gagal menduduki kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah ini juga memilukan. Ia pergi ke Jakarta, berencana menjual ginjalnya.

Candra sekarang ini hanya bisa mengehela nafas ketika ia merogoh kantung di kemeja bergaris putih pudarnya.

Ia langsung merenung ketika ia tau uangnya hanya tersisa Rp19 ribu saja.

"Tenang mas, enggak apa-apa. Besok hari kemis toh? Besok aku puasa kemis sajaah," ujarnya dengan medok khas Jawanya, sambil menghitung uangnya yang lecek.

Wajah yang seperti terpaksa tegar dan kuat, terpancar dari raut wajah pria kelahiran Blora, Jawa Tengah, 29 Maret 1988 ini.

Sambil mengisi baterai ponsel Android-nya, Samsung Mega, dan mengecek Blackberry Torch miliknya, ia berharap ada yang mau ikhlas memberinya uang, walaupun cukup untuk sehari saja.

"Insya Allah temenku ngasih ya mas. Kalo ada. Kalo enggak ada ya puasa tok.Makan wes besok malem wae lah," tuturnya.

Walaupun uanganya hanya menyisakan satu lembar sepuluh ribu, satu lembar lima ribu, dan dua lembar dua ribu, ia hanya bisa mengucapkan satu kata yaitu "Tenang".

Halaman
12
Editor: Rina Eviana
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved