Kemegahan Candi Borobudur Dalam Bingkai Foto Sang Juru Rawat Candi, Suparno

Kemegahan Candi Borobudur Dalam Bingkai Foto Sang Juru Rawat Candi, Suparno

Kemegahan Candi Borobudur Dalam Bingkai Foto Sang Juru Rawat Candi, Suparno
Tribun Jogja/ Rendika Ferri Kurniawan
Suparno, mantan juru rawat candi Borobudur, fotografer dan bakul bakmi, dengan karya megahnya pada Pameran Foto Borobudur di Mata Suparno di Galeri Komunitas Nujiwa, Karanganyar, Borobudur, Senin (22/4/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Suparno, nama yang tak banyak dikenal, namun siapa tahu di balik nama itu, adalah nama seorang mantan pegawai Balai Konservasi Borobudur (BKB), yang telah berjasa untuk turut merawat dan melestarikan situs warisan budaya dunia, Candi Borobudur.

Sudah 35 tahun lamanya, ia mengabdikan diri sebagai seorang juru rawat candi Borobudur.

Selain bertugas merawat dan melestarikan situs warisan budaya dunia tersebut. Ia juga mendedikasikan hidupnya sebagai seorang fotografer.

Banyak karya foto yang dihasilkannya kini telah menjadi arsip ingatan dunia atau Memory of The World Borobudur dari UNESCO.

Puluhan di antaranya kini terpajang dalam pameran foto berjudul Borobudur di Mata Suparno dilangsungkan di Galeri Komunitas Nujiwa, Karanganyar, Borobudur, 22-25 April 2019. Termasuk beberapa karya masterpiece dari Suparno, yang berjudul Candi Borobudur dari Dusun Maitan (2011).

Diskominfo DIY akan Gelar Melek Literasi Informasi untuk Masyarakat

Sebuah potret stupa dimana sang matahari yang berwarna kuning dan begitu bulat terbelah di ujung Stupa tertinggi candi. Candi Borobudur terpotret dengan megahnya dalam siluet senja dan langit mendung saat itu.

"Foto ini adalah salah satu foto kebanggaan saya. Mengapa? karena saya butuh perjuangan untuk mengambil gambar tersebut. Butuh waktu dua tahun, saya harus bolak-balik ke candi, dan menjepret momen yang menurut saya sangat megah tersebut," kata Suparno, Senin (22/4/2019).

Di samping foto itu, juga ada puluhan foto lain yang merupakan koleksi foto jepretan Suparno saat dirinya masih mengabdi sebagai juru rawat Candi Borobudur tahun 1973 hingga 2008 silam, atau selama 35 tahun. Dari awal candi dipugar, hingga bentuknya yang amat megah sekarang.

"Sejak tahun 1973 saya menjadi juru rawat candi, tepat pada saat dimulai proyek pemugaran borobudur tahap II. Kami bertugas merawat tubuh candi dan melestarikannya. Pada pekerjaan kami, juga terdapat tugas dokumentasi, jadilah saya ikut memotret candi, proses pemugarannya dan banyak lainnya, tentunya dengan banyak belajar terlebih dahulu," kata Suparno.(tribunjogja)

Penulis: rfk
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved