Nasional

Hari Bumi, Bangun Komitmen Masyarakat untuk Jaga Lingkungan

Hari Bumi yang diperingati setiap 22 April merupakan hari untuk membangun komitmen masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Hari Bumi, Bangun Komitmen Masyarakat untuk Jaga Lingkungan
Ist
Ilustrasi hari bumi 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUN JOGJA.COM, YOGYA - Hari Bumi yang diperingati setiap 22 April merupakan hari untuk membangun komitmen masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan DIY, R. Sutarto.

Ia mengatakan banyak peringatan untuk menghargai lingkungan, seperti Hari Lingkungan Hidup, Hari Keanekaragaman Hayati, Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional, Hari Habitat, dan lain-lain.

Melalui banyaknya hari peringatan tersebut, diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan.

"Kalau kita bicara bumi, sebenarnya luasan DIY ini tidak terlalu luas, termasuk provinsi terkecil setelah DKI Jakarta. Kepemilikan tanah juga tidak luas, tetapi bagaimana caranya agar memberikan topangan hidup bagi masyarakat," katanya Senin (24/4/2019).

Hari Bumi: 15 Foto yang Menggambarkan Pencemaran Lingkungan

"Banyak hari peringatan, harapannya ini juga menggunggah kesadaran masyarakat. Masyarakat bisa kok turut membantu dengan menanam pohon. Karena luasan lahan sempit, bisa dengan tanaman kecil yang diatur vertikal," sambungnya.

Pihaknya pun terus berkomitmen dalam melakukan konservasi tanaman langka.

Apalagi tanaman yang menjadi kekhasan DIY, seperti pohon kepel, nogosari, dan lain-lain.

Sementara itu, Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Serayu Opak Progo, Sri Handayaningsih menambahkan tanggungjawab untuk melestarikan lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga masyarakat.

8 Hal yang Wajib Dilakukan Saat Memperingati Hari Bumi Dunia dan Sejarahnya

"Kita ini kan semua tinggal di bumi, sehingga kita semua harus berpartisipasi dalam menyelamatkan bumi. Tugas dan tanggungjawab ada di pundak kita semua, tidak bisa hanya pemerintah saja. Karena pemerintah juga memiliki keterbatasan, maka dibutuhkan juga peran masyarakat," tambahnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved