Techno

Pedagang di Pasar Tradisional Bersemangat Milenial Berkat Dompet Digital

Pedagang di Pasar Tradisional Bersemangat Milenial Berkat Dompet Digital

Pedagang di Pasar Tradisional Bersemangat Milenial Berkat Dompet Digital
Tribun Jogja/ Victor Mahrizal
Harmini, nenek pedagang di pasar tradisional Jambon, Sindumartani, Sleman yang tidak gaptek dengan aplikasi Dompet Digital untuk Juali Beli dan Bayar BPJS. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYAKARTA - Ponsel pintar berbasis Android dengan teknologi layar sentuh bagi Harmini masih begitu rumit digunakan.

Terbiasa dengan ponsel jadul yang hanya memiliki fitur panggilan dan pesan singkat membuatnya sangat asing dengan fitur-fitur canggih yang tersaji dalam ponsel pintar yang diberikan oleh anaknya.

Namun, siapa sangka segenggam ponsel pintar itu dapat menghubungkannya pada kemudahan bertransaksi dalam menunjang usaha yang telah dirintis sejak puluhan tahun silam di Pasar Jambon, Desa Sindumartani, Sleman, Yogyakarta.

Awalnya, Harmini mengaku tak cukup percaya diri ketika harus mengunggah dan menginstal aplikasi dompet digital.

“Saya kadang malu, soalnya HP-nya sering error. Tetapi ternyata sambil belajar dan merasakan sendiri manfaatnya, saya jadi semakin merasakan banyak kemudahan menggunakan aplikasi dompet digital,” ujar Harmini sembari menunjukkan aplikasi DANA di layar HP-nya.

OPPO Umumkan Ketersediaan F11 di Pasar Indonesia

Event Kuliner PRBJ #4, Total Transaksi Diperkirakan Tembus Rp780 Juta Perhari

Harmini mengakui kemajuan teknologi yang kian masif ini semakin memudahkan aktivitasnya, baik dalam mengembangkan usaha berjualan pakaian yang dijalankannya maupun pemanfaatan teknologi dompet digital dalam kehidupan sehari-harinya.

Antara lain dalam bertransaksi belanja di toko sembako, beli pulsa listrik, maupun pembayaran jaminan kesehatan seperti BPJS Kesehatan.

“Tapi paling terasa itu kalau mau beli pulsa listrik dan belanja sembako. Karena ternyata saya tidak perlu bawa uang tunai yang banyak di dalam dompet, atau kalau pulsa listrik habis di malam hari, tidak perlu jauh-jauh beli ke minimarket,” ungkap ibu lima anak ini.

Sedangkan untuk menunjang usahanya di Pasar Jambon, Harmini mengaku kian mudah dalam melakukan pencatatan penjualan setiap harinya.

Pasalnya, semua transaksi secara otomatis tersimpan dalam riwayat transaksi dalam DANA, aplikasi dompet digital yang ia gunakan.

Pasar Jambon merupakan salah satu contoh Desa Digital 4.0 yang didorong oleh Kementerian Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi bersama Kabupaten Sleman, DIY.(tribunjogja)

Penulis: vim
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved