PSS Sleman

Satu Pemain Pamit Tinggalkan PSS Sleman

Hengkangnya Suhandi dari PSS Sleman praktis menjadi pekerjaan rumah tambahan bagi pelatih Seto Nurdiantoro guna melengkapi komposisi skuatnya.

Satu Pemain Pamit Tinggalkan PSS Sleman
instagram @pssleman
Gelandang PSS Sleman, Suhandi. 

TRIBUNJOGJA.COM - Di tengah geliat bursa transfer guna melengkapi komposisi tim, PSS Sleman malah harus kehilangan satu pemain yang memutuskan pamit bergulirnya kompetisi.

Ialah gelandang, Suhandi, yang dalam beberapa sesi latihan terakhir tak lagi tampak bersama skuat asuhan Seto Nurdiantoro.

Manajer PSS Sleman, Retno Sukmawati, membenarkan bahwa mantan pemain PS TNI dan PSMS Medan musim lalu tersebut telah berpamitan pada manajemen tim untuk tak lagi jadi bagian Super Elang Jawa.

5 Tempat Wisata Alam di Kulonprogo, Mulai dari Kalibiru Hingga Kebun Teh Nglinggo

Keputusan pesepak bola berusia 27 tahun ini undur diri dari PSS Sleman dikarenakan masalah kedinasan.

Sebagaimana diketahui, pemain asal Bandung tersebut juga tercatat sebagai anggota TNI berpangkat sersan satu yang berdinas di Pusdikpom Cimahi, Jawa Barat.

"Benar, dia (Suhandi) sudah pamit sejak 15 April lalu karena keterkaitan dengan urusan kedinasan," kata Retno Sukmawati pada Tribunjogja.com, Sabtu (20/4/2019).

Hengkangnya Suhandi dari PSS Sleman praktis menjadi pekerjaan rumah tambahan bagi pelatih Seto Nurdiantoro guna melengkapi komposisi skuatnya.

Kendati demikian, melimpahnya stok pemain di posisi gelandang tampaknya bisa membuat pelatih asal Kalasan tersebut sedikit bernafas lega.

Talenta Muda PSS Sleman Antusias Sambut Panggilan Seleksi Timnas U-18

Pasalnya, PSS belum lama ini baru saja meresmikan legiun asing terakhirnya yang berposisi di sektor tengah, Guilherme Felipe de Castro 'Batata'.

Masuknya Guilherme Felipe de Castro 'Batata' diharapkan bisa menjadi kunci permainan PSS, bersanding dengan legiun asing Argentina berpaspor Irak, Brian Ferreira.

"Saya pikir satu poros di posisi depan, dua gelandang dan center back sudah sesuai yang dibutuhkan. Waktu yang ada kita gunakan untuk memoles mereka. Bagaimana cara kerjanya dan mendapatkan chemistry yang cepat dengan pemain lain serta beradaptasi dengan sepakbola Indonesia," tutur Seto.

"Kehadiran Batata dan Brian di tengah jelas menumpuk gelandang. Itulah sepakbola yang saya inginkan, bahwa kunci permainan sepakbola ada di sektor tengah," imbuhnya. (*)

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved