Kisah Siswi SMA Meninggal Diduga Kelelahan Jadi Saksi Pemilu, Berapa Sebenarnya Bayarannya?

Kisah Siswi SMA Meninggal Diduga Kelelahan Jadi Saksi Pemilu, Berapa Sebenarnya Bayarannya?

Kisah Siswi SMA Meninggal Diduga Kelelahan Jadi Saksi Pemilu, Berapa Sebenarnya Bayarannya?
Ist
Saksi parpol asal Takalar, Rosmiati diduga meninggal akibat kelelahan usai menjalankan tugas. 

TRIBUNJOGJA.COM - Jenazah saksi caleg PPP Takalar, Rosmiati (19) dikebumikan tak jauh dari kediamannya di Dusun Bontoparang, Desa Cikoang, Kecamatan Mangarabombang, Jumat(19/4/2019) sore.

Rosmiati yang merupakan siswi kelas XII IPS 1 SMAN 7 Takalar bertugas di TPS 02 Desa Cikoang.

Pemilu serentak 17 April 2019 adalah kali pertama bagi Rosmiati mengemban tugas sebagai saksi parpol.

Kepala Sekolah Perintahkan Siswi yang Dicabulinya Dibakar Hidup-hidup

TribunTakalar.com bertemu dengan sepupu korban Rama (19) yang juga saksi caleg DPRD Kabupaten Takalar Dapil Takalar II, Hj Dawati Sarro SE dari partai PPP.

Rama juga merupakan koordinator saksi caleg tersebut khusus untuk Desa Cikoang.

Menurut Rama, gaji yang diterimanya bersama Rosmiati dan seluruh saksi caleg tersebut totalnya Rp 250.000.

"Gaji sebagai saksi yang kami terima, setahu saya, sejumlah Rp 250 ribu per saksi. Diterima dalam dua tahap. Tahap pertama yang kami dapat Rp 100.000. Itu kami terima sehabis mengikuti pelatihan saksi beberapa hari lalu," kata Rama.

Rama mengungkapkan sisa gaji yang belum ia terima yakni Rp 150.000 akan didapat setelah saksi menyetor salinan formulir C1 kepada orang yang ditunjuk caleg tersebut.

"Sisanya yakni Rp 150.000 kami terima setelah menyetor salinan formulir C1 serta ke orang yang ditunjuk caleg," tutupnya.

Dari keterangan ayah korban, Muh Ridwan (46), Rosmiati berangkat dari rumahnya menuju TPS 02 Desa Cikoang sekitar pukul 06.00 WITA dan pulang keesokan harinya.

"Rosmiati kelelahan karena berangkat ke-TPS Rabu (17/4/2019) pukul 06.00 WITA dan pulang Kamis (18/4/2019) pukul 06.00. Sesampainya di rumah, ia langsung tidur sampai siang," kata Ridwan kepada TribunTakalar.com, Jumat (19/4/2019) sore.

Ridwan mengungkapkan, setelah beristirahat Rosmiati sempat membawa makanan dan air untuknya di kebun yang berjarak sekitar setengah kilometer dari rumah, Kamis (18/4/2019) pukul 16.00 WITA.

Namun setengah jam berada di kebun, Rosmiati tiba-tiba tak sadarkan diri.

Ridwan dan warga membawa Rosmiati menggunakan sarung yang ditopang batang kayu menuju ke rumah.

Rosmiati diketahui menghembuskan napas terakhirnya di rumahnya menjelang Maghrib, Kamis (19/4/2019). (*)

Editor: dik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved