Yogyakarta

Sekilas Wajah Yogyakarta International Airport Jelang Penerbangan Perdana

New Yogyakarta International Airport Jelang Penerbangan Perdana. AP I menggunakan bangunan terminal seluas sekitar 12.900 meter persegi

Sekilas Wajah Yogyakarta International Airport Jelang Penerbangan Perdana
TRIBUNjogja.com | Singgih Wahyu Nugraha
Perkembangan pembangunan NYIA di Temon, Kulon Progo, Yogyakarta Foto diambil 15 April 2019. 

Untuk penerbangan internasional ini, AP I menggunakan bangunan terminal seluas sekitar 12.900 meter persegi sedangkan pada fasilitas sisi udara (airside) sudah sepenuhnya rampung dan bisa digunakan untuk penerbangan.

Kapasitas apron mampu menampung hingga 9 unit pesawat secara bersamaan.

Alasan Nama Bandara Baru Yogyakarta Diubah dari NYIA menjadi YIA

Perkembangan pembangunan NYIA di Temon, Kabupaten Kulon Progo. Foto diambil 15 April 2019.
Perkembangan pembangunan NYIA di Temon, Kabupaten Kulon Progo. Foto diambil 15 April 2019. (istimewa)

Adapun untuk operasi penuh pada akhir tahun ini, sertifikasi tetap akan diajukan kembali untuk fasilitas sisi darat (landside).

Pada saat full operation, luasan terminal penumpang di NYIA mencapai 210.000 meter persegi dengan kapasitas 14 juta penumpang per tahun atau 9 kali lipat dari kapasitas Bandara Adisutjipto. Apron mampu menampung hingga 23 unit pesawat.

"Untuk full operation nanti dimintakan lagi sertifikasinya, untuk landside. Termasuk flyover sebagai akses bagi pengguna jasa juga kita mintakan sertifikat," kata Taochid.

Juru Bicara Proyek NYIA, Agus Pandu Purnama mengatakan direncanakan tanggal 29 April 2019 nanti dilakukan inaugural flight (penerbangan perdana) untuk penerbangan internasional setelah semua semua parameter dari Kementerian Perhubungan.

Kondisi terkini proyek pembangunan NYIA di Temon. Foto diambil 26 Maret 2019.
Kondisi terkini proyek pembangunan NYIA di Temon. Foto diambil 26 Maret 2019. (Dokumentasi Humas AP I)

Selanjutnya, AP I akan berusaha mengejar target full operation Bandara INternastional Yogyakarta (BIY/YIA) ini mulai Oktober-November.

"Insyaallah, Oktober-November kita sudah bisa buka untuk penerbangan domestik juga di sini. Untuk internasional selain dari eksisting (di Bandara Adisucipto) juga sangat memungkinkan. Kebutuhan kami di Adisucipto sudah overload dan holding pesawat sampai 45 menit menunggu parkir. Semakin cepat (dipindahkan) semakin baik," kata Pandu. ( Ing | Tribunjogja.com )

Penulis: ing
Editor: iwe
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved