Sains

Nyawa Penderita Stroke Bisa Terselamatkan Berkat Racun Laba-laba Ini

Mereka menemukan bahwa neurotoxin pada laba-laba di Pulau Fraser mengandung molekul yang dapat menghambat efek stroke di otak.

Nyawa Penderita Stroke Bisa Terselamatkan Berkat Racun Laba-laba Ini
ilustrasi 

Kepala tim ilmuwan ini, Profesor Glenn King, mengatakan, "Ternyata ada saluran ion yang kecil di bagian syaraf yang disebut sebagai saluran ion penginderaan asam, yang dapat melacak penurunan PH asam di dalam otak. Saluran ini menghidupkan dan mematikan jalur sel kematian karena beberapa alasan yang tidak kita pahami dan jaringan syaraf mulai mati."

Waspadai Gejala Stroke Ringan Berikut Ini

" Racun laba-laba Pulau Fraser dapat menjadi penghambat saluran itu sehingga mencegah matinya jaringan syaraf. Kita tidak dapat menghentikan syaraf yang akan mati, tetapi racun laba-laba yang diberikan hingga delapan jam setelah stroke masih dapat melindungi otak," sambungnya.

Laba-laba unik ini hidup di Pulau Fraser, di negara bagian Queensland, Australia.

Ia hidup di sarang-sarang di bawah tanah dan pasir.

Masih perlu uji klinis lebih jauh untuk memastikan racun laba-laba ini, tetapi tim itu mengatakan eksperimen dengan tikus terbukti berhasil.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan stroke adalah pemicu kematian kedua terbesar di dunia, dan penyebab utama ketiga yang menimbulkan kecacatan.(TRIBUNJOGJA.COM)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ketika Racun Laba-laba Mematikan Jadi Penyelamat Nyawa Penderita Stroke"

Editor : Resa Eka Ayu Sartika

Editor: Ari Nugroho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved