Mengenal Istilah 'Golput', Berikut Ini Makna dan Sekilas Sejarahnya

Umumnya, golput dipahami sebagai istilah untuk merujuk pada pilihan orang untuk tidak mencoblos calon pemimpin.

Mengenal Istilah 'Golput', Berikut Ini Makna dan Sekilas Sejarahnya
Ist
Ilustrasi: Cara mencoblos 

TRIBUNJOGJA.COM - Setiap Pemilu diselenggarakan seperti yang akan dilaksanakan rakyat Indonesia hari ini, Rabu (17/4/2019), istilah golput pasti sering kali terdengar.

Umumnya, golput dipahami sebagai istilah untuk merujuk pada pilihan orang untuk tidak mencoblos calon pemimpin.

Golput adalah hak politik untuk tidak memilih.

Dalam jurnal Ilmu Sosial dan Politik berjudul Golput Pasca Orde Baru:  Merekonstruksi Ulang Dua Perspektif karya Ahmad Nyarwi dijelaskan, golput atau golongan putih berawal dari gerakan protes para mahasiswa dan pemuda pada pelaksanaan Pemilu 1971.

Itu merupakan Pemilu pertama di era Orde Baru.

Kala itu, jumlah peserta partai politik hanya 10, jauh lebih sedikit dibanding Pemilu 1955 yang diikuti 172 partai politik.

Hasil Quick Count Jokowi vs Prabowo dan Realtime Suara Partai Pendukung Pantau Disini

Beberapa partai politik telah dibubarkan, di antaranya Partai Komunis Indonesia (PKI), Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi), dan Partai Sosialis Indonesia (PSI).

Motor penggerak gerakan ini adalah Arief Budiman yang didampingi beberapa pemuda lain, seperti Imam Waluyo, Julius Usman dan Husin Umar.

Ajakan untuk golput ini disampaikan di Gedung Balai Budaya Jakarta.

Pamflet dengan tema 'Tidak Memilih Hak Saudara', 'Tolak Paksaan dari Manapun', dan 'Golongan Putih Penonton yang Baik' banyak bertebaran di ibu kota kala itu.

Halaman
123
Penulis: say
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved