Lifestyle

Ciri-ciri Gangguan Jiwa pada Calon yang Gagal di Pemilu

Kendati mungkin akan ada lonjakan kasus kejiwaan seperti pemilu terdahulu, namun Laurentius mengatakan tak ada persiapan khusus di RSJ.

Ciri-ciri Gangguan Jiwa pada Calon yang Gagal di Pemilu
sparacio.org
ilsutrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Menghadapi pemilu, setiap calon diharapkan siap menang dan siap kalah.

Kedua hal tersebut merupakan hal yang wajar dalam setiap kontestasi, termasuk pemilihan umum yang besok, Senin (17/4/2019) akan serentak digelar di Tanah Air.

Sebelum perhelatan akbar itu, banyak calon yang melakukan segala upaya di masa kampanye demi memenangi hati rakyat yang akan memilih mereka.

Tak jarang, para calon itu harus merogoh dalam sakunya untuk membiayai upaya tersebut, bahkan hingga merelakan banyak hartanya.

Di sisi lain, ambisi yang menggebu kerap memicu tekanan psikis pada mereka, terlebih saat mendapati kekalahan usai pemilu.

Bukan kabar baru tentunya jika ada calon yang mendadak menjadi terpukul secara mental, depresi, bahkan mengalami gangguan kejiwaan.

Caleg Kalah Bisa Terkena Depresi, Rumah Sakit di DIY Siap Merawat, Perkataan Jangan Melukai

Kejadian semacam ini tak jarang terdengar pada penyelenggaraan pemilu-pemilu yang lampau.

Nah, bukan tak mungkin risiko itu pun masih akan menghinggapi para calon politisi yang gagal dalam pemilu 2019 ini.

Menanggapi hal tersebut Direktur Utama Rumah Sakit Jiwa Dr Soeharto Heerdjan, Laurentius Panggabean menguraikan pandangannya.

Dia mengatakan, ada ciri khusus yang ditunjukkan oleh calon yang mulai mengalami gangguan kejiwaan.

Halaman
123
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved