Kota Yogyakarta

Haryadi Evaluasi Kondisi PDAM Saat Ini

Agus menambahkan, sejak 5-10 tahun terakhir pelayanan PDAM untuk pelanggan sudah 24 jam.

Haryadi Evaluasi Kondisi PDAM Saat Ini
TRIBUNJOGJA.COM / Kurniatul Hidayah
Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti saat melantik anggota dewan pengurus dan direktur bidang umum PDAM Tirtamarta Kota Yogyakarta, Selasa (16/4/2019). 

Selain itu, ia pun menuturkan bahwa harapannya PDAM Tirtamarta Kota Yogyakarta juga bisa memastikan konsistensi pengembangan air minum dalam kemasan.

Hariyadi mengatakan bahwa harga air PDAM adalah Rp 2,5 per liter.

Sementara harga air kemasaan siap minum saat ini Rp 5-6ribu per liter.

"Disparitas tinggi. Harapannya tiga tahun yang akan datang, sudah harus bisa memproduksi air minum dalam kemasan. Karena ini menjadi tuntutan masyarakat dan juga tumtutan ekonomi sebagai perusahaan," tegasnya.

Direktur Utama PDAM Tirtamarta Kota Yogyakarta Dwi Agus Triwidodo menjelaskan bahwa komplain dari masyarakat yang masuk ke pihaknya bukan karena kualitas tapi tentang kuantitas atau kapasitas air yang diterima pelanggan.

PDAM Tirtamarta Yogyakarta Tingkatkan Debit Air Secara Bertahap

"Mereka komplain soal kecukupan air akhir-akhir ini. Mulai pertengahan Maret, produksi kita pas-pasan jumlahnya. Adanya SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) regional sudah kita mulai pada bulan lalu. Kapasitas air sudah mulai tertangani. Komplain sudah mulai berkurang," terangnya.

Agus menambahkan, sejak 5-10 tahun terakhir pelayanan PDAM untuk pelanggan sudah 24 jam.

Namun jumlahnya di wakru tertentu sangat terbatas mengingat sistem gravitasi atau asir yang mengalir dari daerah tinggi ke rendah masih berlaku untuk perpipaan zaman Belanda.

"Pada jam puncak, aliran kecil. Umumnya mereka menggunakan bersamaan pagi pukul 04.00 hingga 08.00 dan sore 16.00-20.00. Kita sarankan kalau mereka punya tandon, di luar jam puncak bisa dialirkan. Namun dari segi kecukupan, cukup," jelas Agus.

Terkait SPAM regiona, Agus menjelaskan bahwa debit air mendapatkan tambahan sebesar 100 liter per detik, namun yang sudah mulai beroperasi 50 liter per detik untuk aliran Yogya selatan.

Selanjutnya, sisanya yakni 50 liter untuk Yogya bagian tengah dan utara.

"Secara kapasitas terpenuhi. Total debit 500 liter per detik dg adanya tambahan ini jadi 600 liter per detik tapi dikurangi NRW tadi," bebernya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Kurniatul Hidayah
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved