Nasional

Kasus Surat Suara Tercoblos di Malaysia, NasDem Desak Bawaslu dan Polisi Usut Tuntas

Pada prinsipnya, pemungutan suara di luar negeri termasuk Malaysia dilakukan menggunakan tiga metode pemberian suara.

Kasus Surat Suara Tercoblos di Malaysia, NasDem Desak Bawaslu dan Polisi Usut Tuntas
istimewa
Ketua DPP Partai NasDem Bidang Media dan Komunikasi Publik, Willy Aditya 

TRIBUNJOGJA.COM - Terkait beredarnya video mengenai temuan surat suara yang sudah tercoblos di Selangor Malaysia, DPP Partai NasDem mendesak Polisi dan Bawaslu untuk mengusut kasus tersebut dan memberikan pernyataan resmi apakah kasus itu fakta atau rekayasa dengan tujuan mendelegitimasi Pemilu 2019.

Ketua DPP Partai NasDem Bidang Media dan Komunikasi Publik, Willy Aditya mengatakan, NasDem juga sependapat bahwa selama kasus tercoblosnya surat suara belum tuntas, maka pemungutan suara di Malaysia ditunda.

Ia menyebutkan bahwa banyak keganjilan dalam rekaman video surat suara tercoblos di Selangor tersebut.

Baca: Menikmati Manis-Gurihnya Gurameh Bakar Ala Jambon Resto

Menurut Willy, pada prinsipnya, pemungutan suara di luar negeri termasuk Malaysia dilakukan  menggunakan tiga metode pemberian suara.

Yakni pemberian suara di TPS, dengan kotak suara keliling, dan dengan amplop yang dikirim melalui jasa Pos.

Jika diamati secara sepintas, surat suara tercoblos di Selangor itu akan dikirim dengan pos.

"Ada keganjilan dalam video tersebut yaitu amplop yang ada belum terkirim tetapi sudah dicoblos. Logikanya jika amplop sampai ke tangan penerima tentu akan muncul persoalan," tegas Willy dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunjogja.com, Jumat (12/4/2019).

Keganjilan lain ialah bagaimana surat yang suara termasuk dalam pengawasan Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) dan pihak keamanan Kedutaan Besar, bisa keluar dalam jumlah besar ke sebuah bangunan ruko kosong di luar wilayah yurisdiksi Kedutaan Indonesia.

Baca: Berikut Kronologi Penemuan Surat Suara Tercoblos di Malaysia Menurut Ketua Panwaslu Kuala Lumpur

"Keganjilan berikutnya adalah ruko kosong itu ditemukan seseorang lalu diviralkan," kata dia.

Melihat hal itu, NasDem mendorong pihak Bawaslu dan Kepolisian RI untuk mengusut tuntas dan memberikan pernyataan resmi apakah info yang tersebar itu merupakan fakta atau rekayasa politik untuk mendelegitimasi pemilu.

NasDem mendorong kasus itu dapat terbuka di hadapan hukum guna memastikan pemilu berjalan dengan langsung, umum, bebas dan rahasia serta jujur dan adil.

"NasDem sepakat, jika fakta ini adalah pidana pemilu, NasDem mendorong untuk mengusut semua pihak tanpa kecuali dan bertanggung jawab di depan hukum," paparnya. (*)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved