Anggota Komisi VII DPR RI Dapil DIY, Gandung Pardiman Siap Gelar Lomba Bank Sampah se-DIY

Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Golkar Daerah Pemilihan DIY, Gandung Pardiman menggagas lomba pengelolaan dan kreativitas bank sampah se-DIY.

Anggota Komisi VII DPR RI Dapil DIY, Gandung Pardiman Siap Gelar Lomba Bank Sampah se-DIY
Istimewa
MOTOR SAMPAH - Anggota Komisi VII DPR RI, Gandung Pardiman menyerahkan secara simbolis bantuan motor pengangkut sampah di Balai Desa Giripurwo, Purwosari, Gunungkidul. 

TRIBUNJOGJA.COM - Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Golkar Daerah Pemilihan DIY, Gandung Pardiman menggagas lomba pengelolaan dan kreativitas bank sampah se-DIY.

Gagasan tersebut disampaikan dalam roadshow sosialsiasi pengembangan Bank Sampah di Desa Karangasem, Ponjong Gunungkidul, Desa Kiripurwo, Purwosari Gunungkidul dan Desa Karangtengah Imogiri Bantul Yogyakarta, Senin (8/4) dan Selasa (9/4).

Sebagai Anggota Komisi VII DPR RI yang bermitra dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Gandung Pardiman gencar melakukan sosialisasi Bank Sampah sebagai salah satu solusi mengatasi sampah yang kini tengah berkembang di masyarakat.

Selain melakukan sosialisasi tentang pengembangan dan pengelolaan Bank Sampah, Gandung Pardiman bersama KLHK menyalurkan bantuan motor pengangkut sampah kepada kelompok-kelompok Bank Sampah dan pengelola sampah. Untuk tahun 2019 ini melalui aspirasi dan usulan Gandung Pardiman menyalurkan 45 motor sampah se-DIY.

Dalam sambutanya Gandung Pardiman mengatakan, sampah bisa menjadi masalah bisa juga menjadi berkah. Menjadi masalah jika pengelolaannya tidak benar. Seperti yang terjadi beberapa waktu lalu ketika tempat pembuangan sampah terpadu di Piyungan. Sampah menggunung di sudut -sudut kota.

"Oleh karena itu, perlu penanganan sampah yang benar seperti adanya Bank Sampah. Pengelolaan sampah yang benar akan membawa berkah dan mampu meningkatkan ekonomi jika mampu dengan baik mengelola sampah," ujarnya dalam sosialisasi Bank Sampah di Balai Desa Karangasem, Ponjong Gunungkidul.

Sementara itu, pejabat KLHK RI, Agus Syaefudin dalam sambutannya mengatakan, sampah plastik memang menjadi momok karena jumlahnya terus meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi sekarang ini.

"Permasalahan utama dari sampah plastik adalah tidak mudah terurai di dalam tanah dan butuh waktu puluhan tahun untuk dapat menghancurkanya. Selain itu sampah plastik juga banyak di mana-mana dan bahkan sampai mengotori laut," ungkap Agus Syaefudin

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Pengembangan Kapasitas Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul, Mujiono mengatakan, di Gunungkidul setiap hari menghasilkan sampah 360 ton.
Oleh karena itu Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul mendukung acara sosialisasi pengembangan Bank Sampah.

"Kami sangat mendukung upaya Pak Gandung dari Komisi VII yang bermitra kerja dengan KLHK dalam sosialisasi pengelolaan Bank Sampah. Di Gunungkidul sudah terbentuk 73 Bank Sampah dalam Kelompok Sadar Lingkungan. Semoga terus berkembang sehingga dapat mengurangi masalah sampah," katanya.

Halaman
12
Editor: ribut raharjo
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved