Yogyakarta

Pengamat Politik UGM Minta Pengawasan Pemilihan Komisioner KPU Diperketat

Pengamat Politik UGM Minta Pengawasan Pemilihan Komisioner KPU Diperketat

Pengamat Politik UGM Minta Pengawasan Pemilihan Komisioner KPU Diperketat
foxnews
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Pengamat politik dan pemerintahan Universitas Gadjah Mada (UGM), Mada Sukmajati menilai, insiden pemberhentian salah seorang anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Yogyakarta akibat tindakan asusila sangat disayangkan.

Menurutnya, proses seleksi dalam pemilihan anggota KPU baik di tingkatan pusat, provinsi maupun kabupaten kota mesti mengedepankan pula komponen penilaian dari sisi moral (etis) di samping kemampuan teknis calon anggota.

Dalam tahapan tersebut, penilaian dan masukan dari kalangan masyarakat juga digunakan dalam proses pemilihan itu, sehingga integritas dan kredibilitas para anggota dapat terjamin.

Baca: Polisi Belum Terima Laporan Tindak Asusila Oknum Komisiner KPU Kota Yogyakarta

Baca: Komisioner KPU Kota Yogyakarta Diberhentikan karena Berbuat Asusila

"Kita kan tidak tahu apakah sebelumnya si calon itu ada latar belakang yang tidak baik mengenai etika atau bagaimana, maka perlu masukan dari masyarakat sehingga bisa terdeteksi," jelasnya, saat dihubungi Kamis (11/4/2019).

Di samping itu, Mada berpendapatan pengawasan terhadap para anggota KPU di semua lini juga mesti ditingkatkan serta dilakukannya tindakan-tindakan preventif untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

Ia meminta, kejadian ini seharusnya menjadi momentum evaluasi kepada lembaga negara tersebut agar lebih fokus dalam menjalankan fungsi dan tugas pokok menjelang Pemilu 2019.(tribunjogja)

Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved