Yogyakarta

Pemda DIY Siapkan 2 Skema Ganti Untung bagi Penghuni Magersari Jokteng Lor Wetan

Pemda DIY Siapkan 2 Skema Ganti Untung bagi Penghuni Magersari Jokteng Lor Wetan

Pemda DIY Siapkan 2 Skema Ganti Untung bagi Penghuni Magersari Jokteng Lor Wetan
Tribun Jogja/ Agung Ismianto
Sepanjang jalan ibu Ruswo atau kawasan Plengkung Wijilan ke arah timur hingga Jalan Brigjend Katamso berjejer toko, hotel dan rumah. Kawasan ini rencananya akan menjadi untuk restorasi pojok beteng timur laut. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sekda DIY, Gatot Saptadi menjelaskan dalam pemberian ganti untung untuk rehabilitasi fasad Jokteng Lor Wetan, tetap memperhatikan sejumlah pertimbangan, termasuk bagi warga yang mengindung di tanah magersari.

Beberapa warga yang mengindung di tanah magersari akan diberikan perhatian khusus.

“Ada dua skema untuk yang mengindung di tanah Magersari. Bisa dicarikan tanah SG atau kalau pesangonnya cukup untuk bangun rumah atau tanah ya sudah,” jelas Gatot di kompleks Kepatihan, Rabu (10/4/2019).

Dia mengatakan, untuk pemberian ganti untung ini besar kecilnya disesuaikan dengan appraisal. Hal tersebut juga terkait dengan status tanah yang ditempati saat ini. Hak milik, HGB, magersari, tentunya akan mendapat kompensasi yang berbeda.

Baca: Usulan Kompensasi Jokteng Lor Wetan Pakai Danais Masih Didiskusikan

Baca: Pemda DIY Targetkan Akhir April Usulan Anggaran Untuk Rehabilitasi Jokteng Wetan Clear

“Prinsip sesuai dengan pesan pak Gubernur bahwa jangan tinggal di tempat yang lebih jelek. Untuk Magersari memang saat ini kecil-kecil, diharapkan kalau dapat kompensasi bisa mendapat yang layak,” katanya.

Sejauh ini pihaknya pun tengah berkonsentrasi untuk penganggaran kompensasi itu melalui dana keistimewaan. Dinamika dalam proses sosialisasi pun pasti ada. Pendekatan pada masyarakat untuk ganti rugi ini pun terus dilakukan.

Persoalan, kata dia, pasti ada namun dengan pendekatan yang baik dan tugas pemerintah untuk melakukan hal ini maka bisa diatasi. Diharapkan akhir tahun ini semuanya sudah klir dan rehabilitasi bisa dilaksanakan.

“Kami banyak pengalaman untuk pembebasan seperti pasar Ngasem bisa, Bandara bisa, masalah pasti ada masalah. Dan di Perda RTRW, ada pengaturan ini kawasan keistimewaan,” urainya. (tribunjogja)

Penulis: ais
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved