Kulon Progo

Panwas Desa Sentolo Laporkan Penganiayaan Simpatisan Kampanye Pilpres ke Polisi

Janarta serta seorang anggota TNI, Serka Setio Budi Haryanto yang berniat melerai pertikaian dua kubujustru akhirnya malah terkena timpuk dan terluka.

Panwas Desa Sentolo Laporkan Penganiayaan Simpatisan Kampanye Pilpres ke Polisi
TRIBUNJOGJA.COM / Singgih Wahyu
Bawaslu RI menjenguk anggota Panwasdes di Sentolo yang menjadi korban kericuhan oknum peserta konvoi kampanye terbuka. 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Janarta, panitia pengawas pemilu (panwas) Desa Sentolo yang jadi korban amukan massa simpatisan kampanye pemilihan presiden pada pekan lalu akhirnya melaporkan kejadian itu ke polisi.

Didampingi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kulon Progo, ia melaporkan tindak penganiayaan itu, Rabu (10/4/2019) di Satuan Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Kulon Progo.

Dalam laporan itu, Janarta secara kronologis menyampaikan tindak penganiayaan yang dialaminya.

Dia menyebut, saat kejadian yang berlangsung di wilayah Desa Banguncipto (Sentolo) itu, ia tengah aktif bertugas.

Baca: Menikmati Manis-Gurihnya Gurameh Bakar Ala Jambon Resto

Janarta berupaya melerai kericuhan dan aksi saling lempar batu dan kayu yang terjadi antar dua kubu simpatisan hingga akhirnya ia turut terimbas hingga mengalami luka di kepala dan memar di punggung.

"Kami berharap kasus ini bisa ditangani kepolisian dan pelaku penganiayaan serta perusakan rumah segera diamankan," kata Janarta pada Tribunjogja.com.

Peristiwa itu terjadi ketika iring-iringan massa simpatisan itu dalam perjalanan pulang sehabis menghadiri kampanye terbuka untuk dukungan terhadap salah satu calon presiden-wakil presiden tersebut, Minggu (7/4/2019) di Alun-alun Wates.

Dalam perjalanan, mereka terlibat pertikaian dengan pihak lain hingga terjadi adu lempar batu dan kayu di wilayah Pedukuhan Malangan, Desa Banguncipto, Sentolo.

Baca: Anggota Panwasdes Sentolo Kena Amuk Simpatisan Kampanye

Janarta serta seorang anggota TNI, Serka Setio Budi Haryanto yang berniat melerai justru akhirnya malah ikut kena timpuk dan terluka.

Ketua Bawaslu Kulon Progo, Ria Harlinawati mengatakan melalui pelaporan ini pihaknya ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa pelanggaran pemilu tetap bakal ditindak.

Selain laporan ke polisi, kasus yang menimpa Janarta juga tengah diselidiki oleh Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu) Kulon Progo.

"Pidana pemilu masih kami bahas di sentra gakumdu dengan mengumpulkan keterangan saksi dan alat bukti," terang Ria.

Kasubbag Humas Polres Kulon Progo, AKP Sujarwo mengatakan penyidik akan melakukan pemeriksaan terhadap pelapor dan saksi mata.

Hasil pemeriksaan nantinya jadi dasar pendalaman kasus tersebut. (*)

Penulis: ing
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved