Netanyahu Cetak Rekor, Ke-5 Kalinya Terpilih Jadi Perdana Menteri Israel

Benyamin Netanyahu berpeluang besar kembali memimpin Israel sebagai Perdana Menteri lewat Pemilu.

latimes.com
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu 

Netanyahu Cetak Rekor, Ke-5 Kalinya Terpilih Jadi Perdana Menteri Israel

TRIBUNJOGJA.COM, TEL AVIV – Benyamin Netanyahu berpeluang besar kembali memimpin Israel sebagai Perdana Menteri lewat Pemilu.

Ia akan menduduki jabatan puncak untuk ke-5 kalinya, rekor baru seorang tokoh Yahudi menduduki kursi Perdana Menteri di Israel.

Langkahnya akan mulus jika kelompok-kelompok kanan Israel memberikan dukungan padanya. Demikian diwartakan Aljazeera dan Sputniknews, Rabu (10/4/2019).

Dukungan partai-partai kanan diperlukan agar Netanyahu merebut 120 kursi di Knesset (parlemen).  Netanyahu maju kembali di Pemilu lewat Partai Likud.

“Ini malam kemenangan akbar,” kata Netanyahu (69) di hadapan pendukungnya. “Pemerintahan akan didominasi sayap kanan, tapi saya akan jadi Perdana Menteri untuk semuanya,” lanjutnya.

Bibi, panggilan akrabnya, menghadapi lawan koalisi partai Biru dan Putih yang mencalonkan Benny Gantz sebagai penantang Netanyahu.

Perolehan suara Partai Likud di Knesset naik jadi 26,28 persen dari total suara, memberikan perkiraan lima kursi lebih banyak daripada yang didapatnya pada pemilihan 2015.

Media Israel, Haaretz, menyebut ini kemenangan besar bagi partai tersebut, dan memberi jaminan akan mendapatkan banyak kursi di kabinet jika Netanyahu memenuhi janjinya untuk mengumpulkan koalisi.

Menurut hasil awal yang diposting di situs Komite Pemilu Pusat Israel, diperkirakan aka nada 11 atau 12 dari 40 partai peserta Pemilu akan mendudukkan orangnya di Knesset.

Partai Likud menjadi yang terbesar dengan perolehan 35 kursi, Partai Biru & Putih dengan 35 kursi, Shas dan United Torah Judaism (dua partai Yahudi ultra-Ortodoks) mendapat 8 kursi.

Sementara Partaio Hadash-Ta'al 6 kursi, Partai Buruh 6 kursi, Yisrael Beiteinu, partai nasionalis sayap kanan yang dipimpin mantan Menteri Luar Negeri Avigdor Lieberman, mendapat 5 kursi.

Kemudian United Right (aliansi dari beberapa partai Zionis sayap kanan) mendapat 5 kursi. Selanjutnya, Meretz, sebuah partai sosial demokrat dan hijau, memenangkan 4 kursi.

Sementara Partai Kulanu yang berhaluan tengah mendapatkan 4 kursi. Partai United Arab List-Balad juga mendapatkan 4 kursi.

Sementara Kanan Baru, partai nasionalis Zionis konservatif lainnya, mungkin tidak berhasil masuk ke Knesset karena diperkirakan hanya mendapat 3,14 persen suara.(Tribunjogja.com/ Sputniknews/Aljazeera/xna)

Penulis: Setya Krisna Sumargo
Editor: Mona Kriesdinar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved