Kota Yogyakarta

Dinkes Siagakan Psikolog dan Psikiater Antisipasi Caleg Gangguan Jiwa

Menjelang berlangsungnya pesta demokrasi lima tahunan, berbagai pihak mulai mempersiapkan segala sesuatunya.

Dinkes Siagakan Psikolog dan Psikiater Antisipasi Caleg Gangguan Jiwa
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

Bila kasus kedaruratan jiwa terjadi di masyarakat, Agus menjelaskan bahwa akan ada petugas puskesmas yang turun ke lapangan untuk mengevakuasi pasien.

Petugas akan mengenakan jaket khusus pada pasien dengan tujuan membatasi ruang gerak pasien agar tidak melukai diri sendiri dan orang lain serta aman ketika dievakuasi.

"Kemudian nanti akan dirujuk ke rumah sakit yang punya kompetensi kedaruratan jiwa," bebernya.

Berkaca pada tahun Pemilu 2014, tidak ada penambahan signifikan jumlah pasien yang mengakses layanan kejiwaan, baik di puskesmas maupun rumah sakit.

Baca: Bayi 5 Bulan Ini Selamat Setelah Dikubur Hidup-hidup Oleh Ibunya yang Mengalami Gangguan Jiwa

"Tidak ada catatan di kami apakah mereka secara spesifik merupakan caleg atau umum, karena untuk urusan kejiwaan ini biasanya mereka diam-diam. Dan jumlahnya nggak banyak. Mereka gangguan jiwanya misalkan terlalu berpikir keras sehingga sulit tidur dan gelisah," ungkapnya.

Sementara itu, Psikolog UGM Prof Koentjoro yang juga pernah menangani caleg yang mengalami gangguan jiwa lantaran gagal melaju ke tahap berikutnya, menjelaskan bahwa salah satu contoh stress yang ia tangani adalah insomnia atau susah tidur karena terlilit hutang banyak.

"Ada juga yang sampai berhalusinasi, dia ini kalah tapi gayanya dan tingkah lakunya seperti menang dan sudah jadi anggota dewan. Ini salah satu contoh stress berat," jelasnya.

Ia lantas menyerahkan caleg yang bersangkutan ke psikiater untuk menangani lebih lanjut, dan yang ia lakukan adalah melakukan penanganan kepada pihak keluarga.

Baca: Pemilu 2019 - Inilah 5 Situs untuk Mengetahui Rekam Jejak Para Caleg

"Keluarga ini perlu dikuatkan untuk menghadapi kejadian tersebut. Lalu selanjutnya keluarga yang mengarahkan dan mendampingi caleg untuk bisa menerima kenyataan dan kembali seperti dulu," jabarnya.

Pada Pemilu 2014, lanjutnya, tingkat stress pasien saat menjelang pemilihan sampai setelah pemilihan yang masuk RS Jiwa di DIY tergolong banyak.

Halaman
123
Penulis: kur
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved