Yogyakarta

Bawaslu DIY Temukan Sebanyak 18.266 APK Melanggar Aturan

Pelanggaran mencakup pemasangan APK di pohon, tiang telepon maupun tiang listrik, trotoar, kantor pemerintahan dan institusi pendidikan.

Bawaslu DIY Temukan Sebanyak 18.266 APK Melanggar Aturan
Tribun Jogja/ Noristera Pawestri
Bawaslu DIY menggelar Media Gathering pada Rabu (10/4/2019) di Tjokro Style 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Noristera Pawestri

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) DIY temukan sebanyak 18.266 Alat Peraga Kampanye (APK) yang melanggar aturan.

Anggota Bawaslu DIY, Sutrisnowati mengatakan, pada periode 1 Maret - 4 April 2019, pemasangan APK yang melanggar di Kota Yogyakarta sebanyak 6.036, Sleman sebanyak 4.768, Gunungkidul sebanyak 3.950, Kulon Progo sebanyak 1.898 dan Bantul sebanyak 1.614.

Baca: Menikmati Manis-Gurihnya Gurameh Bakar Ala Jambon Resto

Sementara untuk pelanggaran berdasarkan jenis APK, dari jumlah total APK yang melanggar yakni 3.459 di antara berupa baliho, spanduk sebanyak 1.516, umbul-umbul sebanyak 368, billboard atau videotron sebanyak 56, banner sebanyak 953.

"Untuk rontek sebanyak 3.506 dan bendera ini yang paling banyak ada 8.408," katanya saat menggelar Media Gathering Bawaslu DIY, Rabu (10/4/2019).

Baca: Ada 11 Permohonan Sengketa yang Masuk ke Bawaslu DIY

Berbagai jenis APK yang melanggar, kata Sutrisnowati seperti pemasangan APK di pohon, tiang telepon maupun tiang listrik, trotoar, kantor pemerintahan, institusi pendidikan, tempat ibadah dan lampu lalu lintas.

"Karena memang secara regulasi, APK tidak diperbolehkan di pasang di situ," jelasnya. (*)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved