Bantul

Trauma Akibat Banjir Bandang, Warga Paduresan Harapkan Ada Solusi

Berbeda dengan air sungai pada umumnya, lumpur sisa banjir luapan kali celeng memang sulit dibersihkan.

Trauma Akibat Banjir Bandang, Warga Paduresan Harapkan Ada Solusi
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Ketua Komunitas Kali Celeng, Suryono bersama Purwadi menunjukan kondisi terkini Kali Celeng pasca banjir. 

Sedimentasi dan sampah di bantaran sungai bisa jadi menyumbang penyebab banjir.

Namun sebenarnya sampai saat ini yang masih membuat Suryono bingung adalah datangnya luapan air saat banjir.

Baca: Cegah Banjir, Tahun Depan Pemkab Bantul Perbaiki Talud Kali Celeng

Ia sendiri menjelaskan Kali celeng merupakan sungai asli Bantul.

Bagian hulu ada di wilayah Nglingseng Dlingo dan hilir di tempuran Sungai Oya Siluk.

Panjangnya hanya sekitar 10 kilometer.

Kondisi tersebut tentu berbeda dengan Sungai Oya yang bagian hulu ada di Gunungkidul ataupun sungai Gajah Wong dan Winongo yang berasal dari Sleman.

"Pertanyaannya, air yang meluap di Kali Celeng sebanyak itu datangnya dari mana? Itu yang membuat saya masih bingung,"

"Kali Celeng ini asli Bantul. Ketika terjadi banjir hujan juga tidak terlalu deras," imbuh dia.

Ia bersama Komunitas Kali Celeng pernah melakukan mitigasi bencana sederhana untuk menjawab dari mana datangnya air yang menggenang hampir setinggi dua meter malam itu.

Namun sayang, ia tidak menjelaskan secara detail hasilnya.

Hanya dugaan awal ada kerusakan hutan di bagian hulu. (*)

Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved