Bantul

Trauma Akibat Banjir Bandang, Warga Paduresan Harapkan Ada Solusi

Berbeda dengan air sungai pada umumnya, lumpur sisa banjir luapan kali celeng memang sulit dibersihkan.

Trauma Akibat Banjir Bandang, Warga Paduresan Harapkan Ada Solusi
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Ketua Komunitas Kali Celeng, Suryono bersama Purwadi menunjukan kondisi terkini Kali Celeng pasca banjir. 

Wajahnya sedikit mendongak ke atas, seakan tengah mengumpulkan sisa ingatan 20 hari silam, di mana kampungnya menjadi lautan lumpur.

Bagi dia dan juga mungkin sebagian masyarakat Paduresan banjir malam hari itu menjadi peristiwa tak terlupakan.

Suryono masih ingat betul, ia bersama istri dan dua anaknya terpaksa bermalam di dak jemuran, menunggu banjir surut.

Akibat peristiwa ini, rumah dan sejumlah perabotan terendam banjir.

Harapan Suryono dan juga masyarakat Paduresan bisa jadi sama.

Mereka ingin Kali Celeng kembali normal.

Berbagai upaya telah coba dilakukan, mulai dari bersih-bersih aliran sungai sampai membuat larangan bagi warga untuk tidak membuang sampah ke bantaran.

"Sekarang warga perlahan mulai sadar. Tidak membuang sampah sembarang. Karena kita takut banjir kembali datang," aku dia.

Suryono sendiri berharap ada upaya yang dilakukan oleh pemerintah daerah untuk melakukan normalisasi Kali Celeng, baik berupa pengerukan sedimentasi ataupun penguatan bronjong.

"Kami khawatir Kali Celeng jadi banjir tahunan," ungkapnya.

Halaman
1234
Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved