Kota Yogyakarta

Toko Modern Berjejaring Harus Menggandeng UMKM

Hal tersebut lantaran toko moderen berjejaring yang muncul pasca-pencabutan aturan pembatasan jumlah toko moderen berjejaring di Kota Yogyakarta keban

Toko Modern Berjejaring Harus Menggandeng UMKM
net
ilustrasi 

Heroe menambahkan, mereka yang sudah beroperasi dan tidak mengindahkan peraturan mendasar yakni seperti meminta izin pada warga setempat, maka ia tak segan untuk melarang dan mencabut izin toko moderen berjejaring tersebut.

"Penting juga bagi mereka untuk melengkapi persyaratan agar Pemerintah Kota Yogyakarta bisa memberikan perlindungan. Kalau tidak dipenuhi, kami juga tidak bisa melindungi mereka," tambahnya.

Kepala Bidang Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Gatot Sudarmono menjelaskan bahwa sejak keluarnya Perwal nomor 56 tahun 2018 tentang Penataan Usaha Minimarket di Kota Yogyakarta maka pembatasan jumlah toko moderen berjejaring yang sebelumnya dibatasi 52 unit kini sudah tak berlaku.

"Dari catatan Dinas Perizinan dan Penanaman Modal Kota Yogyakarta, sejauh ini belum ada yang mengurus IUTS. Tapi kami juga belum cek ke lapangan apakah sudah mengurus izin melalui OSS," bebernya.

Baca: Izin Toko Modern Tidak Termasuk Kafe di dalamnya

Ia menjelaskan bahwa sesuai dalam Perwal tersebut, maka pelaku toko moderen berjejaring wajib memenuhi komitmen lokal. Disebutkan dalam Pasal 9 bahwa toko tersebut wajib melaksanakan kemitraan dengan UMKM.

"Kemitraan tersebut bisa berupa kerjasama pemasaran, penyediaan tempat usaha, dan atau penerimaan produk," sebutnya.

Sementara itu, terkait perizinan dalam Perwal tersebut juga dijelaskan bahwa minimarket yang tidak memiliki IUTS dikenakan sanksi administratif berupa peringatan tertulis, pembekuan izin usaha, dan pencabutan izin usaha.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: kur
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved