Yayasan Cendekia Mitra Indonesia Dampingi Pembentukan BUMDes Bomijo, Boyolali

Yayasan Cendekia Mitra Indonesia mengambil keputusan untuk mendampingi Desa BOLO, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali mendorong lahirnya BUMDES

Yayasan Cendekia Mitra Indonesia Dampingi Pembentukan BUMDes Bomijo, Boyolali
Dok
Pembentukan BUMDes Bomijo di Wonosegoro, Boyolali 

YAYASAN CENDEKIA MITRA INDONESIA MENDAMPINGI PEMBENTUKAN BUMDES “BOMIJO”
DESA BOLO, KECAMATAN WONOSEGORO,KABUPATEN BOYOLALI
Oleh : Karnadi Ismono,S.Sos.

Aktivitas kegiatan BUMDes Bomijo, Desa Bolo, Wonosegoro, Boyolali
Aktivitas kegiatan BUMDes Bomijo, Desa Bolo, Wonosegoro, Boyolali (Dok)

Dalam rangka memenuhi mandat UU Desa 6/2014 tentang Desa, maka sudah menjadi kewajiban untuk segera membentuk berdirinya Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) sebagai jawaban untuk mengatasipersoalan ekonomi masyarakat Desa; baik pada aspek pengelolaan sumberdaya alam, peningkatan produksi serta pengembangan usaha-usaha lainnya. Perdebatan tentang dibentuk dan tidaknya BUMDES menjadi diskursus panjang bagi para pihak yang ada di tingkat Desa, baik Pemerintahan Desa, Kelembagaan Desa dan masyarakat. karena banyak pengalaman kegagalan-kegagalan lembaga ekonomi ditingkat Desa. Sudah banyak energi, tenaga dan pikiran yang dibuang untuk membangun lembaga-lembaga tersebut; belum sudah cukup besar dana-dana yang untuk mensubsidi terhadap berdirinya lembaga ekonomi mikro ditingkat Desa.

Pembentukan BUMDes Bomijo
Pembentukan BUMDes Bomijo (Dok)

Dengan lahirnya UU Desa Pemerintah ingin meyakinkan kembali betapa pentingnya sebuah lembaga ekonomi ditingkat desa dengan tujuan untuk mengelola SDA dan SDM yang ada didesa untuk lebih optimal lagi guna memperkuat dan meningkatkan sumberdaya lokal. Yayasan Cendekia Mitra Indonesia mengambil keputusan untuk mendampingi Desa BOLO, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali mendorong lahirnya BUMDES; akhirnya setelah 5 bulan pendampingan di desa BOLO, terbentuklah BUMDES BOMIJO (Bolo Mitra Joglo). Dalam pembentukan BUMDES BOMIJO tersebut, Mitra Desa Indonesia juga menggandeng sebuah lembaga yang concern di bidang pertanian, maka para pengelola BUMDES BOLO telah ditrainning di Joglo Tani, Jogyakarta dengan tema Pertanian Terpadu (Integrated Farming); pelatihan dilaksanakan selama 3 hari; baik teori maupun praktek lapangan dan respon peserta sangat positif dengan pelatihan dimaksud; artinya pelatihan yang diberikan bener-bener bisa memotivasi peserta dari pengelola BUMDES BOMIJO lebih tahu dan menyadari bahwa bagaimana cara bertani dengan baik dan benar; juga ada materi bidang entreupreunership yang bisa memotivasi peserta untuk lebih giat dalam berusaha.

Pembentukan BUMDes Bomijo, di Desa Bolo, Wonosegoro, Boyolali
Pembentukan BUMDes Bomijo, di Desa Bolo, Wonosegoro, Boyolali (Dok)

Untuk menindak-lanjuti penguatan kelembagaan BUMDES BOMIJO tersebut maka yang akan dilakukan oleh Mitra Desa Indonesia adalah melakukan pelatihan-pelatihan dan pendampingan secara intensif dalam rangka memberikan masukan-masukan secara teknis, misal : masalah administrasi, keuangan, perencanaan dan penyusunan laporan pengelolaan BUMDES yang wajib dilaporkan kepada masyarakat melalui Musyawarah Desa Pertanggungjawaban Pengelolaan BUMDES; hal tersebut diperlukan karena pembiayaan kegiatan BUMDES dibiayai oleh dana-dana pembanguan desa, seperti Dana Desa. Dengan terbentuknya BUMDES bukan akhir dari sebuah kegiatan penguatan kelembagaan BUMDES; justru ini awal dari mimpi besar desa untuk benar-benar akan memperkuat kelembagaan BUMDES tersebut menjadi salah satu pilihan masyarakat dalam memajukan pengembangan ekonomi lokal ditingkat desa. Saatnya seluruh unsur yang ada didesa mendukung penuh dengan kelembagaan tersebut; BUMDES BOMIJO Desa BOLO telah memiliki 4 unit usaha yang akan memberdayakan masyarakat dengan segala potensinya; unit usaha tersebut adalah : Wana wisata, pengolahan makanan, pertanian, pengembangan ekonomi/simpan pinjam. (*/adv)

Editor: mon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved