Cerita di Balik Banjir Bandang yang Sempat Menerjang Wilayah Bantul Akibat Luapan Kali Celeng

Banjir menggenang dan hampir seluruh rumah warga di Paduresan, Kabupaten Bantul, terendam

Cerita di Balik Banjir Bandang yang Sempat Menerjang Wilayah Bantul Akibat Luapan Kali Celeng
Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin
Ketua Komunitas Kali Celeng, Suryono, bersama Purwadi menunjukkan kondisi terkini Kali Celeng pascabanjir. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - 20 hari berlalu pascaterjadinya banjir akibat luapan Kali Celeng di Kabupaten Bantul.

Banjir yang terjadi malam hari itu dikatakan 'Bandang' berdasarkan penuturan dari Suryono, ketua komunitas Kali Celeng.

Ia merupakan satu dari puluhan atau bahkan ratusan korban yang terjebak didalam rumah akibat banjir yang terjadi secara tiba-tiba.

Kepada Tribunjogja.com, warga Padukuhan Paduresan RT 08, Kelurahan/Kecamatan Imogiri Bantul itu mengatakan, banjir yang terjadi pada 17 Maret 2019 silam merupakan banjir terbesar sepanjang luapan kali Celeng selama 40 tahun terakhir.

Banjir menggenang dan hampir seluruh rumah warga di Paduresan terendam.

"Banjir kemarin itu yang paling tinggi. Di Paduresan ini hampir 99.99 persen semuanya terendam banjir," kata Suryono.

"Saya dan istri serta kedua anak saya, udah nggak bisa keluar. Malam itu kami naik ke Dek jemuran atas, diam di sana sampai pagi. Rumah di bawah sudah tergenang air semua," terang dia.

Kondisi di kampung Paduresan yang biasanya ramai malam itu berubah mencekam.

Listrik padam dan air menggenang dimana-mana. Sebagian warga berhasil lari keluar dari rumah, mengungsi.

Sebagian lainnya terjebak dan tidak bisa keluar. Termasuk Suryono.

Halaman
1234
Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved