Sejumlah Sekolah di Sleman Jadi Langganan Banjir saat Hujan Deras Melanda

SMPN 2 Gamping dan SDN Pogung Kidul adalah contoh sekolah yang menjadi langganan genangan air saat hujan.

Sejumlah Sekolah di Sleman Jadi Langganan Banjir saat Hujan Deras Melanda
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Sleman 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kondisi cuaca yang seringkali hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan tergenangnya beberapa sekolah di Sleman.

SMPN 2 Gamping dan SDN Pogung Kidul adalah contoh sekolah yang menjadi langganan genangan air saat hujan.

Kepala SDN Pogung Kidul, Budi Istiningtyas, memaparkan jika hujan deras melanda dengan durasi yang lama dapat menyebabkan tiga ruang kelas dan satu kantor terendam.

Akibatnya proses belajar mengajar menjadi terganggu, meskipun hujan yang sering kali turun di siang atau sore hari membuat air meluap setelah jam belajar berlangsung.

"Memang dulu sudah banjir tapi tidak sampai masuk kelas. Baru-baru ini saja (banjirnya),” ujarnya, Minggu (7/4).

Ia menjelaskan kondisi itu terjadi akibat ketinggian jalan yang lebih tinggi dari sekolah. Maka saat hujan deras, air dari perumahan di utara sekolah mengalirkan ke dalam halaman sekolah.

"Biasanya kalau hujan ketinggian air bisa sampai 40 cm lebih," terangnya.

Atas kondisi itu, ia mengaku sudah berkomunikasi dengan wali murid untuk mencari solusi terbaik. Misalnya dengan menambah sumur resapan atau meninggikan sekolah.

Hanya saja, solusi tersebut akhirnya terbentur anggaran sekolah yang minim.

Sedangkan dana Bantuan Operasioanl Sekolah (BOS) juga terbatas lantaran dana yang didapat tergantung jumlah siswanya.

"Kami sempat mengadu ke dinas. Kalau kami mencari dana dari BOS dengan nominal besar belum mampu, karena terbentur oleh jumlah siswa yang hanya 133," ungkapnya.

Terpisah, Kabid Pengelolaan Sarana dan Prasarana Pendidikan Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman, Sri Adi Marsanto, menjelaskan permasalahan saluran pembuangan air yang dialami SDN Pogung Kidul juga dialami SMPN 2 Gamping.

Terkait hal tersebut, pihaknya akan berusaha menormalkan saluran air yang tersumbat, agar sekolah tidak tergenang ketika hujan lebat mendera.

Namun demikian, maraknya pembangunan hunian atau tempat usaha di sekita sekolah juga menjadi salah satu penyumbang sulitnya air meresap ke tanah.

"Kalau di sini (Disdik) semua sudah terencana dan untuk dana tidak terduga kami juga tidak punya," bebernya. (*)

Penulis: nto
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved