Disdikpora DIY Berharap Anak-anak Penderita Down Syndrom Bisa Mandiri

Anak down syndrom tidak melewati assessment dengan benar, sehingga belum terlayani dengan baik.

Disdikpora DIY Berharap Anak-anak Penderita Down Syndrom Bisa Mandiri
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun ,Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kepala Bidang Pendidikan Luar Biasa dan Pendidikan Dasar Disdikpora DIY, Bachtiar Nur Hidayat, mengungkapkan salah satu mimpi Disdikpora DIY adalah untuk menjadikan anak- anak down syndrom mandiri dan hebat.

Tentu untuk mewujudkan mimpi tersebut membutuhkan peran dari berbagai pihak.

Tak hanya tenaga pendidik dan pengelolaan sekolah yang perlu diperbaiki, tetapi juga peran aktif orangtua dalam mengoptimalkan pendidikan bagi anak down syndrom.

Ia menyayangkan ketika masuk sekolah, anak down syndrom tidak melewati assessment dengan benar, sehingga belum terlayani dengan baik.

Menurut data World Health Organization (WHO), satu dari 1.100 anak lahir di dunia merupakan down syndrom.

Sementara untuk DIY, dari 5.176 peserta didik Sekolah Luar Biasa (SLB) , ada sekitar 3.388 anak dengan kunaan grahita. Sebanyak 15 hingga 20 persen di antaranya adalah down syndrom.

"Memang sejauh ini masih ada kekurangan dalam pengelolaan sekolah, tenaga pendidik pun harus berjuang. Sehingga besar harapan kami, agar orangtua juga ikut aktif. Sejatinya tri pusat pendidikan, pendidikan anak diawali dari keluarga," ungkapnya Minggu (7/4/2019).

Ia menilai dalam bekerja anak-anak down syndrom memiliki keunggulan, misalnya kerajinan, keriangan, dan kedisiplinan.

Selama ini sikap positif selalu ditanamkan pada anak-anak down syndrom, sehingga sikap itu menjadi karakter.

Untuk itu, ia pun ingin agar potensi anak down syndrom selalu diasah.

Bahkan jika siap memasuki dunia kerja, perlu ada uji kompetensi sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

"Misal anak punya potensi bekerja di perusahaan konveksi, jangan dibiarkan bekerja di semua lini. Cek dulu potensinya di mana, sehingga ketika ditempatkan sesuai potensinya, akan terlihat kinerjanya," ujarnya. (*)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved