Yogyakarta

Tidak Ada Kejelasan Pembangunan Rumah Bersubsisi, 32 Konsumen Laporkan PT CKBI ke Polda DIY

Tidak Ada Kejelasan Pembangunan Rumah Bersubsisi, 32 Konsumen Laporkan PT CKBI ke Polda DIY

Tidak Ada Kejelasan Pembangunan Rumah Bersubsisi, 32 Konsumen Laporkan PT CKBI ke Polda DIY
Tribun Jogja/ Christi Mahatma Wardhani
Sejumlah konsumen melaporkan PT CKBI ke Polda DIY karena tidak ada kejelasan pembangunan rumah bersubsidi yang sudah dijanjikan oleh pihak pengembang, Sabtu (6/4/2019) 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Keinginan untuk mendapat rumah bersubsidi terancam kandas. Sebanyak 32 konsumen PT CKBI melapor ke Ditreskrimsus Polda DIY, karena tidak adanya kejelasan dari pengembang yang dijanjikan bisa dihuni Mei 2019 di Kaligawe, Bantul, Yogyakarta.

Koordinator konsumen rumah bersubsidi PT CKBI, Rudi Santoso (42) mengatakan para konsumen kebingungan lantaran nasib rumahnya yang tak jelas, padahal ia sudah mengeluarkan uang muka sekitar Rp23juta . Apalagi seharusnya konsumen seharusnya sudah bisa menempati rumah tersebut.

"Kemarin dijanjikan akhir 2018, lalu dijanjikan lagi katanya Mei 2019. Kalau menurut perjanjian harusnya 2 tahun sudah jadi, atau uang dikembalikan untuh. Kalau pas lihat memang sudah ada bangunan, tetapi katanya itu bukan yang subsidi, Rp197 juta. Kalau subsidi Rp130juta," katanya saat ditemui wartawan di Gedung Ditreskrimsus Polda DIY, Sabtu (6/4/2019).

Baca: Pedagang Pasar Prawirotaman Iuran Pasang Atap di Lokasi Relokasi Sementara

Baca: SDN Tahunan Tumbuhkan Karakter Lingkungan Hidup pada Siswa Lewat Pagelaran Wayang Kancil

Ia menjelaskan dari 32 konsumen, ada beberapa yang memilih uangnya dikembalikan, ada pula yang ingin rumahnya tetap dibangun. Selama inipun konsumen sudah berusaha meminta kejelasan dari PT CKBI,namun konsumen tidak membuahkan hasil.

"Sudah coba kesana, ada yang 3 bulan uangnya dikembalikan, tetapi sebagian besar ditunda. Komunikasi susah, datang ke kantor cuma ketemu bodyguardnya saja. Maka ini teman-teman ada yang pengen uangnya kembali, ada yang rumahnya dibangun saja. Kalau saya pengennya rumah tetap dibangun," jelasnya.(tribunjogja)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved