Travel

Melihat Artefak dan Kekayaan Pulau Jawa, di Museum History Of Java

Dengan datang ke museum ini, pengunjung akan diajak untuk melihat berbagai macam bentuk dan rupa-rupa benda sejarah peninggalan dari Pulau Jawa.

Melihat Artefak dan Kekayaan Pulau Jawa, di Museum History Of Java
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Museum History of Java di Bantul 

Termasuk zaman zerajaan Demak Bintaro sampai Mataram Islam, Sultan Agung.

"Di zaman ini benda peninggalannya identik dengan keris topeng dan wayang," terangnya.

Zaman masa itu terus berganti.

Museum yang baru diresmikan akhir tahun 2018 ini juga memamerkan benda-benda Dinasti Mataram.

Dari peninggalan raja Mataram Islam hingga keturunannya seperti Ngayogyakarta dan Surakarta.

Menariknya lagi, selain bisa belajar sejarah dan melihat benda purbakala secara nyata, museum ini juga dilengkapi dengan teknologi Augmented Reality (AR).

Baca: Museum Tani Andalkan Paket Kunjungan Rombongan

Teknologi AR merupakan semacam Barcode yang dapat digunakan oleh pengunjung untuk bisa melihat objek secara langsung dari layar handhone miliknya, lengkap disertai audio dan efek sehingga belajar sejarah di museum lebih menyenangkan.

Ditambahkan Public Relation Museum History of Java, Ari Wastu Jatmiko, harga tiket masuk ke museum dibanderol dengan harga Rp 30 ribu untuk wisatawan lokal dan Rp 50 ribu bagi turis mancanegara.

Harga tersebut terbilang cukup murah karena selain dapat melihat koleksi sejarah, pengunjung juga akan disuguhi mini teater sejarah.

Dimana film tersebut menceritakan jutaan tahun silam bagaimana Pulau Jawa terbentuk.

"Selain itu, kita juga ada mini teater 3D dan foto selfie Mataraman, semacam arena untuk berfoto nuansa Kampung Mataram zaman dulu," terang dia. (*)

Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved