Kulon Progo

KPU Kulon Progo Simulasikan Hari Pencoblosan

Template surat suara juga akan disediakan di TPS untuk memudahkan aksesibilitas penyandang tuna netra.

KPU Kulon Progo Simulasikan Hari Pencoblosan
Istimewa
suasana simulasi pemungutan suara yang digelar KPU Kulon Progo, Kamis (4/4/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Simulasi pemungutan dan penghitungan suara digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kulon Progo, Kamis (4/4/2019) di Taman Budaya Kulon Progo.

Kegiatan itu diharapkan bisa meningkatkan kesiapan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) dalam pelaksanaan Pemilihan Umum nanti.

Simulasi diikuti seluruh PPK dan PPS se-Kulon Progo. Mereka mempraktikkan situasi pencoblosan, penghuitungan suara, hingga penyusunan berita acara.

Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan, KPU Kulon Progo, Tri Mulatsih mengatakan simulasi bertujuan untuk memetakan waktu yang dibutuhkan seorang pemilih saat menunaikan haknya di tempat pemungutan suara.

Mulai dari pencoblosan hingga mencelupkan jari ke dalam tinta.

"Ada yang butuh waktu lima menit, ada pula yang lebih lama seperti golongan lanjut usia yang sulit mencari calon pilihannya di surat suara," kata Tri.

Baca: Jalan Rusak Akibat Tambang, Legislatif Minta Ketegasan Pemkab Kulon Progo

KPU Kulon Progo memastikan pemilih berkebutuhan khusus akan diprioritaskan dalam Pemilu nanti.

Mereka diperbolehkan didampingi keluarga maupun panitia saat mencoblos.

Template surat suara juga akan disediakan di TPS untuk memudahkan aksesibilitas penyandang tuna netra.

Sementara itu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kulon Progo menilai simulasi itu sudah cukup baik dan berbagai peraturan sudah diterapkan.

Antara lain larangan bagi pemilih untuk membawa telepon genggam maupun alat memotret ke dalam bilik suara juga larangan adanya tisu atau kain untuk membersihkan tinta.

Ketua Bawaslu Kulon Progo, Ria Harlinawati mengatakan pihaknya akan mengerahkan pengawas kecamatan untuk berpatroli pada 14-16 April jelang hari pemungutan suara.

Hal itu untuk memastikan ketertiban di masa tenang kampanye.

Pada hari pelaksanaan Pemilu, tim patrol itu juga akan mengawasi pelaksanaan aturan di TPS seperti ketersediaan akses bagi penyandang disabilitas, adanya tempat penitipan handphone, dan TPS bebas dari atribut partai politik.

"Saksi yang masuk harus punya surat mandat dan tak boleh pakai atribut tertentu,"kata dia.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: ing
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved