Yogyakarta

Innovating Jogja 2019 Cari ide Inovasi Bisnis Kerajinan dan Batik Inovatif

Tahun ini, Innovating Jogja ini tidak hanya menyeleksi calon tenant yang memiliki inovasi di bidang kerajinan dan batik.

Innovating Jogja 2019 Cari ide Inovasi Bisnis Kerajinan dan Batik Inovatif
TRIBUNJOGJA.COM / Noristera Pawestri
Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Kementerian Perindustrian RI menggelar Sosialisasi Kegiatan Innovating Jogja 2019 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Noristera Pawestri

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Untuk menghasilkan start up kerajinan dan batik di Yogyakarta yang inovatif, Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Kementerian Perindustrian RI kembali meluncurkan Kegiatan Innovating Jogja 2019 pada Kamis (4/4/2019).

Kegiatan yang memasuki pelaksanaan tahun ketiga ini menitikberatkan penumbuhan usaha yang bergerak pada bidang kerajinan dan batik.

Innovating Jogja ini mendorong start up kerajinan dan batik yang inovatif dengan fungsi alih teknologi dan inkubasi hasi-hasil litbang yang dihasilkan oleh Balai Besar Kerajinan dan Batik.

Baca: 8 Langkah Mudah Quick and Fresh Make Up Look dari Emina Cosmetics

Kepala Balai Besar Kerajinan dan Batik, Titik Purwati Widowati mengatakan, tahun ini, Innovating Jogja ini tidak hanya menyeleksi calon tenant yang memiliki inovasi di bidang kerajinan dan batik.

"Tetapi juga calon tenant yang belum memiliki inovasi tetapi berminat untuk memanfaatkan teknologi kompor listrik batik tulis hasil penelitian BBKB. Pendaftaran ini dibuka untuk masyarakat DIY sampai 31 Mei 2019," katanya.

Calon tenant yang proposalnya lolos seleksi adminstratif dan presentasi akan mengikuti kegiatan bootcamp.

Pada akhir kegiatan bootcamp akan dipilih 2 tenant inovasi dan 2 tenant alih taknologi kompor listrik batik tulis untuk mengikuti kegiatan inkubasi.

"Keempat tenant yang terpilih akan mendapatkan program penguatan teknis produksi, pembangunan dan pengembangan bisnis dari BBKB serta bantuan bahan produksi senilai Rp 20 juta," ujar dia.

Baca: Menengok Kiat Pappernik Batik, Lestarikan Batik Lewat Pernak-pernik Kerajinan Tangan

Lanjutnya, kegiatan Inovating Jogja tahun 2016 telah menghasilkan inovasi bisnis seperti Wastraloka yang bergerak dalam bidang seni lukis pada kerajinan kaleng, Janedan yang bergerak dalam bidang kerajinan kulit tanpa jahit dan Alra yang bergerak dalam bidang kerajinan kulit kekinian

Tahun 2018, kegiatan ini menghasilkan inovasi bisnis di bidang batik seperti Tizania Batik yang bergerak dalam bidang batik latar ringkel dan By&G yang bergerak dalam bidang tas tenun kombinasi batik.

"Harapanya di tahun ini akan muncul ide inovasi bisnis yang tidak kalah dibandingkan dengan sebelumnya," jelasnya.

Sementara itu, Koordinator Innovating Jogja, Titis Phiranti Rahayu Ningsih menambahkan, tahun ini Innovating Jogja lebih menekankan pada inovasi produk.

"Kegiatan ini memberika pendampingan dan inkubasi melalui penguatan produksi, pembangunan bisnis dan pengembangan bisnis," tuturnya kepada Tribunjogja.com. (*)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved