CPNS 2019

Viral Grup CPNS 'Dibubarkan' BKN, Seperti Ini Penjelasan Admin BKN

Saat ini tengah viral adanya grup Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang dibubarkan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Viral Grup CPNS 'Dibubarkan' BKN, Seperti Ini Penjelasan Admin BKN
internet
logo BKN 

TRIBUNJOGJA.COM - Saat ini tengah viral adanya grup Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang dibubarkan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Seorang pegawai BKN bahkan disebut menyamar sebagai anggota grup tersebut untuk melakukan investigasi.

Di foto screenshot yang beredar, terlihat sebuah nomor WhatsApp yang diberi nama M Ridwan, memperkenalkan diri sebagai Mohammad Ridwan, Kepala Biro Humas BKN.

Ia memerintahkan anggota grup tersebut untuk keluar saat itu juga.

Nomor tersebut mengatakan bahwa ia telah melaporkan grup itu ke Kementerian Komunikasi dan Informasi.

Baca: Pengumuman Hasil Kelulusan PPPK 2019 via Sscasn.bkn.go.id dan Update Penetapan NIP CPNS

Baca: Update Pengumuman PPPK, BKN Lakukan Verifikasi dan Validasi Data Pelamar

Warganet lain di Twitter menanyakan sebuah portal bukan milik BKN untuk pengecekan Nomor Induk Pegawai (NIP).

Banyak yg bertanya apakah itu aman, serta ada pula yang mengatakan bahwa portal pengecekan NIP itu sedang ramai dibicarakan.

Masalah itu ditanggapi oleh pengelola akun Twitter BKN.

Mimin BKN bahkan menjelaskan bahwa ia sengaja menyamar sebagai anggota grup tersebut untuk melakukan investigasi.

BKN mengungkapkan, ini adalah penyalahgunaan oknum atau mantan pegawai Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Gunung Mas.

"Jangan berikan data apapun kepada siapa pun. Cukup ikuti mimin saja soal ASN. Dijamin infonya valid," tegas BKN, Selasa (2/4/2019). 

Update Pengolahan Data PPPK Tahap I

Baca: Proyek Tol Bawen-Yogyakarta, Penetapan Lokasi Segera Dimulai, Disusul Appraisal dan Pembebasan Lahan

Sementara itu, BKN juga terus bekerja untuk pengolahan data pelamar Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK atau P3K) tahap pertama.

Data BKN per Selasa (2/4/2019) pukul 22.35 WIB, sebanyak 119 instansi telah selesai Digital Signature (DS), masih menunggu DS 188 instansi dan menunggu persetujuan 11 instansi.  

Baca: Detik-detik sebelum Presiden Soekarno Wafat, Lirih Mengucap Allah Seiring Napas Terakhir.

(tribunjogja.com l Siti Ariyanti)

Penulis: say
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved