Pendidikan

Minim Prodi Magister, LL Dikti Wilayah V DIY Dorong PT Prioritas Prodi S2

Kepala LL Dikti Wilayah V DIY, Bambang Supriyadi mengungkapkan dari total 627 prodi yang ada, sementara ini baru ada 60 prodi magister dan 6 prodi dok

Minim Prodi Magister, LL Dikti Wilayah V DIY Dorong PT Prioritas Prodi S2
TRIBUNJOGJA.COM / Victor Mahrizal
Ilustrasi: Kepala LLDIKTI Wilayah V Dr. Ir. Bambang Supriyadi, CES., DEA., yang menyerahkan SK MENRISTEKDIKTI No.172/1KPT/I/2019 kepada Rektor UKRIM Yogyakarta Dr. Ir. Samuel Hamdali, M.Eng di Kampus UKRIM Jl. Raya Solo Km 11 Yogyakarta. 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah V Daerah Istimewa Yogyakarta (LL Dikti Wilayah V DIY) mendorong perguruan tinggi DIY untuk menambah program studi magister.

Kepala LL Dikti Wilayah V DIY, Bambang Supriyadi mengungkapkan dari total 627 prodi yang ada, sementara ini baru ada 60 prodi magister dan 6 prodi doktoral.

Sedangkan untuk strata satu mencapai 400 prodi.

Menurutnya dengan menambahkan program studi magister, dapat membantu perguruan tinggi lain yang mengalami kesulitan dosen S2.

Baca: Menristekdikti Ajak Perguruan Tinggi Menggunakan Sistem Online dalam Pembelajaran

"Prodi untuk magister dan doktoral masih sangat sedikit, kebanyakan masih S1. Oleh sebab itu kami mendorong perguruan tinggi untuk memprioritaskan prodi magister daripada strata satu," ungkapnya, Rabu (3/4/2019).

Ia melanjutkan untuk mempermudah perguruan tinggi membuka prodi baru, pihaknya mengupayakan agar pengajuan izin lebih singkat.

Untuk pengajuan, setidaknya membutuhkan waktu 15 hari saja.

"Sekarang ini pengajuan izin lebih pendek dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Dalam waktu dekat izin akan dipercepat lagi. Tahun 2015, usulan prodi baru harus melewati rekomendasi Kopertis, sekarang bernama LL Dikti. Target proses perizinan tidak lebih dari 15 hari berjalan,"lanjutnya.

Baca: Website UGM, Unpad, dan ITS Raih Penghargaan Terbaik dari Kemenristekdikti

"Setelah izin keluar, LL Dikti akan mengawasi selama dua tahun. Jika tidak berhasil, maka LL diberi wewenang untuk mencabutnya. Saat ini Kementerian sedang menyiapkan draft Peraturan Menteri yang mengatur wewenang pencabutan,"sambungnya.

Senada dengan LL Dikti Wilayah V DIY, Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) pun baru saja membuka prodi magister.

Rektor Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Yoyong Arfiadi mengatakan universitas baru saja mendirikan prodi Magister Teknik Industri dan juga Magister Ilmu Komunikasi.

Selain membuka prodi magister, rektor yang dilantik pada 1 April 2019 tersebut juga akan meningkat kualitas pendidikan di UAJY dengan meningkatkan kapasitas dosen dan tenaga pendidik lainnya. Ia pun berencana meningkatkan jumlah dosen lulusan S3.

"Dosen S3 di UAJY saat ini persentasenya 30% dari total dosen yang ada, kami targetkan bisa bertambah menjadi 40%,"katanya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved