Breaking News:

Hujan Terus-menerus, Diprediksi Operasional Bandara NYIA Mundur

Pengoperasian bandara baru di Yogyakarta diperkirakan mundur menjadi akhir April 2019.

Editor: ribut raharjo
Dok AP1
Citra udara kondisi terkini di sekitar fasilitas landasan pacu NYIA, Maret 2019 

TRIBUNJOGJA.COM - Pengoperasian bandara baru di Yogyakarta diperkirakan mundur menjadi akhir April 2019. Padahal, menurut rencana, bandara baru itu akan dioperasikan pada 7 April 2019.

Hujan yang terus-menerus turun  membuat sejumlah persiapan menjadi sulit diselesaikan.

Anggota Ombudsman RI Alvin Lie mengatakan, dari peninjauan yang dilakukan Ombudsman beberapa waktu lalu, Ombudsman menemukan sejumlah masalah yang harus diperbaiki dan ditingkatkan oleh pemerintah dan PT Angkasa Pura I (Persero) selaku pengelolanya.

“Daya dukung lingkungan harus diperhatikan. Akses utama dari Yogyakarta menuju bandara baru Yogyakarta adalah Jalan Wates-Purworejo. Jalan itu kami nilai sangat sempit. Pada satu jalur hanya ada satu lajur untuk kendaraan roda empat atau lebih dan satu lajur untuk kendaraan roda dua. Perjalanan dari Yogyakarta menuju BUBY ditempuh dalam waktu sekitar 75 menit dengan catatan dalam kondisi jalan sepi dan pagi hari. Apabila terjadi kecelakaan pada jalan tersebut akan berpotensi menyebabkan kemacetan,” kata Alvin.

Saat ini sistem kelistrikan masih perlu diuji,  baik pada saat kondisi kering maupun hujan untuk menguji risiko korsleting.

“Ombudsman RI mengkhawatirkan proses pelapisan landasan dan landas hubung yang terhenti saat hujan dapat berpengaruh terhadap jadwal,” kata Alvin.

Alvin menambahkan, layanan navigasi udara dan peralatan yang akan digunakan harus diuji keandalannya. Gedung terminal juga masih sangat dasar, bahkan conveyor belt untuk bagasi belum ada, baik untuk keberangkatan maupun kedatangan.

Ombudsman RI mengkhawatirkan aspek kenyamanan dan aspek psikologis mengingat yang akan dilayani pertama adalah penerbangan Silk Air dari dan ke Singapura serta AirAsia dari dan ke Kuala Lumpur.

Ombudsman juga meminta pemerintah dan PT Angkasa Pura I (Persero) mematuhi amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara dan segera berhenti menggunakan terminologi New Yogyakarta International Airport (NYIA). (Kompas.id via Kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved