Cara Menurunkan Demam pada Anak, Obat Tradisional Ini Tak Kalah Ampuh, Diminum Bareng Makanan

Cara menurunkan demam pada anak, versi dokter, obat tradisional ini punya kelebihan dan tak kalah ampuh, bisa diberikan bareng makanan

Cara Menurunkan Demam pada Anak, Obat Tradisional Ini Tak Kalah Ampuh, Diminum Bareng Makanan
Ist
Ilustrasi anak demam dan obat tradisional 

1. Panas karena infeksi

Penyebab yang satu ini bisa membuat suhu tubuh anak mencapai lebih dari 38 derajat Celcius.

Sementara untuk penyebab infeksinya beragam. Ada flu, cacar, campak, demam berdarah, hingga lainnya. Untuk bakteri, ada karena tifus, radang tenggorokan, dan lain-lain.

2. Panas karena non-infeksi

Untuk penyebab yang satu ini bisa dibilang cukup parah. Sebab, penyebab non-infeksi bisa dikarenakan penyakit berbahaya seperti kanker dan tumor.

3. Panas karena fisiologis

Untuk penyebab yang ketiga, ini dikarenakan kekurangan cairan atau dehidrasi hingga suhu yang terlalu panas.

Dari ketiganya, hanya panas karena infeksi dan non-infeksi yang memerlukan obat penurun panas.

Hal ini dikarenakan panas karena fisiologis biasanya jarang melebihi 38 derajat Celcius.

CARA TRADISIONAL

Nah, berikut beberapa obat tradisional yang bisa dipilih sebagai cara menurunkan panas pada anak.

1. Kunyit (Curcuma longa)

Kunyit
Kunyit (Ist)

Kunyit memiliki kandungan minyak atsiri, curcumin, turmeron, dan zingiberen yang bermanfaat sebagai antibakteri, anti-peradangan, dan antioksidan.

Fungsi lainnya selain menurunkan panas pada anak adalah meningkatkan daya tahan tubuh.

2. Temulawak (Curcuma xanthorhiza Roxb)

Temulawak
Temulawak (Ist)

Bentuk temulawak itu mirip seperti temu putih. Hanya warna bungadan rimpangnya berbeda.

Bunga temulawak berwarna putih kuning atau kuning muda, rimpang temulawak berwarna jingga kecokelatan.

Sedangkan bunga temu putih berwarna putih dengan tepi merah dan rimpang bagian dalam temu putih berwarna kuning muda.

Manfaat temulawak bisa sebagai antiperadangan dan antibiotik.

Ia juga punya manfaat lain seperti mengobati diaer, mag, perut kembung, dan pegal-pegal.

3. Bawang merah (Allium cepa L.)

Bawang Merah
Bawang Merah (Ist)

Nama bawang merah tidak asing. Sebab ia sering digunakan sebagai bumbu dapur.

Tapi ia juga memiliki kandungan seperti minyak atsiri, sikloaliin, metilaliin, kaemferol, kuersetin, dan floroglusin.

Caranya, kupas bawang merah dan tambahkan minyak kelapa secukupnya. Setelahnya, gunakan pada area lipatan tubuh, seperti ketiak dan paha.

Lalu berapa banyak dosis yang akan untuk anak kita?

Untuk bayi (di bawah usia 1 tahun) gunakan 1/8 dari dosis dewasa. Sementara untuk anak 2 hingga 5 tahun sekitar ¼ dosis dewasa.

Sedangkan anak 6 hingga 9 tahun sekitar 1/3 dosis dewasa dan anak 10-13 tahun setengah dosis dewasa. 

(Mentari Desiani Pramudita/Intisari)

Editor: ose
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved