Gunungkidul

Disbud Gunungkidul akan Masukkan 'Ngajeni' sebagai Program yang Dapat Disinergikan di Pariwisata

Ngajeni atau dalam bahasa Indonesia adalah menghormati telah menjadi budaya pada masyarakat Yogyakarta tak terkecuali di Kabupaten Gunungkidul.

Disbud Gunungkidul akan Masukkan 'Ngajeni' sebagai Program yang Dapat Disinergikan di Pariwisata
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Gunungkidul 

Laporan Reporter Tribunjogja Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM,GUNUNGKIUDUL - Ngajeni atau dalam bahasa Indonesia adalah menghormati telah menjadi budaya pada masyarakat Yogyakarta tak terkecuali di Kabupaten Gunungkidul.

Dinas Kebudayaan Gunungkidul berencana akan mengangkat ngajeni terebut dalam sebuah program yang kedepan akan disinergikan dalam sektor pariwisata.

Kepala Dinas Kebudayaan, Agus Kamtono mengatakan, masyarakat Gunungkidul sudah memiliki budaya ngajeni tersebut namun seiiring dengan perkembangan zaman ngajeni saat ini sudah mulai luntur.

Baca: Jadi Cagar Budaya, Pemkab Gunungkidul Akan Pugar Bangsal Sewokoprojo

"Budaya sendiri memiliki arti suatu cara hidup yang berkembang, dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang, dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya berbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni," jelasnya, Selasa (2/4/2019).

Menurutnya ngajeni adalah suatu dasar untuk saling menghormati hubungan antar individu satu dengan individu lainnya, maupun individu dengan kelompok.

Jika budaya tersebut hilang maka dapat berdampak buruk bagi kehidupan bermasyarakat.

"Ngajeni itu luas ya, ngajeni kepada teman, kepada agama keyakinan orang lain, ngajeni terhadap negara ini sangat penting. Dengan disinergikan dengan pariwisata nantinya wisatawan dapat merasakan pengalaman baru saat berkunjung ke GUnungkidul," ucap dia.

Agus menambahkan ngajeni dipilih karena merupakan budaya lokal di Gunungkidul yang dapat menarik minat wisatan dari luar Gunungkidul.

Dengan mendapat perlakuan baik maka wisatawan saat pulang ke daerah masing-masing dapat menceritakan pengalamannya.

"Kami akan programkan itu (ngajeni) pada tahun 2020, dengan memanfaatkan dana keistimewaan tetapi jika memungkinkan pada tahun ini program tersebut apat menggunakan anggaran perubahan kita ambil dari sisa dana pembangunan taman budaya," ucapnya.

Baca: Relaksasi, Siswa SMA Muhammadiyah Al Mujahiddin Gunungkidul Saling Pijit Sebelum Ikuti UNBK

Sementara itu, Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Guhungkidul, Edo Sunardiono, mengatakan dengan mempraktikan budaya ngajeni tersebut dapat membuat citra positif bagi pariwisata Gunungkidul.

"Kami sudah datangi Kelompok sadar wisata dan kelompok pengelola wisata lain untuk mengedepankan pelayanan. Sehingga dengan pelayanan yang baik wisatawan tidak kapok untuk berkunjung kembali," ujarnya.

Ia menambahkan dengan perlakuan baik maka wisatawan dapat menceritakan pengalamannya saat berkunjung ke Gunungkidul jangan sampai mereka saat berwisata atau menyenangkan diri mendapatkan pengalaman yang kurang baik.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved