Bisnis

DANA Bersinergi dengan Dunia Usaha dan Perbankan

Sinergi DANA dengan dunia usaha dan perbankan di Indonesia diharapkan makin meningkatkan antusiasme dan kepercayaan masyarakat dalam menerapkan budaya

DANA Bersinergi dengan Dunia Usaha dan Perbankan
Istimewa
DANA, dompet digital Indonesia, meningkatkan produktivitas di setiap kegiatan ekonomi yang mereka lakukan. 

“Infrastruktur transaksi digital sangat penting dalam mendukung kelancaran usaha pada bisnis-bisnis kreatif seperti Kopi Kenangan. Dengan mayoritas pelanggan dari kalangan urban yang sangat melek digital, keberadaan dompet digital DANA menjadi solusi dalam mendukung terselenggaranya layanan kepada pelangan yang nyaman, cepat dan terjamin keamanannya. Ini sangat penting dalam membangun kepuasan dan loyalitas pelanggan,” kata James Prananto, Founder & Chief Operations Officer Kopi Kenangan

Pendapat senada juga disampaikan oleh Sean Kim, CEO platform hiburan terpadu TIX ID.

“Sinergi kami dengan dompet digital DANA telah menghadirkan pengalaman pengguna yang menarik dan mengesankan. Kemudahan dan kepraktisan dalam membeli tiket-tiket pertunjukkan yang disediakan TIX ID, serta program-program kolaboratif yang kami selenggarakan bersama dompet digital DANA terbukti telah mendorong peningkatan dan loyalitas pengguna TIX ID, serta diharapkan makin meningkatkan antusiasme mereka dalam bertransaksi nontunai dan nonkartu,” paparnya.

Sinergi DANA dengan dunia usaha dan perbankan di Indonesia diharapkan makin meningkatkan antusiasme dan kepercayaan masyarakat dalam menerapkan budaya nontunai dan nonkartu.

Baca: Transaksi Nontunai semakin Bersaing dengan Tunai

Budaya ini penting untuk diwujudkan karena diyakini mampu berkontribusi terhadap penghematan pengeluaran negara dalam produksi dan distribusi uang fisik, serta terhadap penghematan pengeluaran bank untuk pembangunan dan pengelolaan ATM yang bernilai tinggi.

“Melalui pengembangan inovasi yang terus kami lakukan pada dompet digital DANA dan solidnya sistem keamanan yang kami bangun, kami ingin meyakinkan publik bahwa era teknologi digital 4.0 tidak hanya menjadi milik e-commerce atau pelaku bisnis daring, tapi juga usaha-usaha konvensional yang bertekad melakukan transformasi digital. Mereka tak perlu merombak jenis usaha atau model bisnisnya, dan tak perlu mengkhawatirkan keamanannya,” ungkap Chrisma.(tribunjogja.com)

Penulis: vim
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved