Bantul

Bupati Bantul Minta Masyarakat Saling Menghormati

Slamet Jumiarto bersama keluarga kecilnya berencana untuk pindah tempat tinggal di wilayah Padukuhan Karet, Kelurahan Pleret, Kecamatan Pleret Bantul.

Bupati Bantul Minta Masyarakat Saling Menghormati
TRIBUNJOGJA.COM / Amalia Nurul
Bupati Bantul Suharsono mengatakan bantuan untuk warga terdampak bencana akan dialokasikan dari APBD. 

"Kita bukan Negara Islam. Semuanya warga negara, berbeda ras, suku, agama, nggak ada masalah. Tidak boleh ada larangan," kata Suharsono, ketika ditemui di gedung Induk Parasamya, Selasa (02/4/2019)

Terkait persoalan Slamet, Suharsono mengaku akan turun langsung ke lapangan. Melihat fakta yang sesungguhnya dan berdiskusi dengan warga.

Ia menjelaskan aturan dibuat seharusnya berdasarkan aturan di atasnya. Apabila tidak ada dasar hukumnya maka aturan itu tidak boleh diterapkan. Dukuh Karet, kata Suharsono sudah mengakui dan meminta maaf atas kekurangan dan pengetahuan yang minim tentang hukum.

"Aturan itu (yang melarang non-muslim tinggal) sudah tidak akan dipakai. Kalau mau pakai, aturan itu harus diubah," terangnya.

Menurut dia, aturan yang ditetapkan di Padukuhan Karet jelas melanggar hukum yang ada di Indonesia. Karena NKRI itu mengedepankan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. "Tidak boleh kita mendiskritkan suku ras dan agama. Itu melawan hukum," tutur dia.(tribunjogja)

Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved