Kota Yogyakarta

Pendataan UKM dan UMKM di Kota Yogyakarta Dinilai Sulit Dilakukan

Belum adanya data tunggal menjadi kendala tersendiri bagi Kota Yogyakarta untuk menuju kota cerdas atau smart city.

Pendataan UKM dan UMKM di Kota Yogyakarta Dinilai Sulit Dilakukan
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kota Yogya 

Laporan Reporter Tribun Jogja Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Belum adanya data tunggal menjadi kendala tersendiri bagi Kota Yogyakarta untuk menuju kota cerdas atau smart city.

Terkait data Usaha Kecil Menengah (UKM) misalkan, Kepala Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta Lucy Irawati mengatakan bahwa pihaknya kesulitan melakukan pendataan.

"Permasalahannya, data UKM tidak mudah. Beberapa tahun yang lalu kami telah melakukan pendataan. Namun ada perubahan ketentuan dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi terkait kriteria yang masuk UKM belum ada kesamaan," bebernya, belum lama ini dalam forum.

Baca: OJK Imbau Pelaku UMKM Akses Pendanaan Gotong Royong On-Line untuk Kredit Produktif

Hal tersebut yang membuat data UKM yang dimiliki pihaknya maupun OPD terkait lain, belum bisa sama.

Tahun 2019 ini pihaknya kembali melakukan pendataan UKM di beberapa kecamatan.

Namun data tersebut juga dirasa belum bisa mewakili data UKM keseluruhan yang ada di Kota Yogyakarta.

"Selain usaha UKM, yang UMKM juga susah didata karena kadang ada (beroperasi) dan kadang tidak," jelasnya.

Ia menambahkan, selain masalah pendataan, pengembangan potensi juga menjadi tantangan tersendiri. Pasalnya beberapa UMKM susah untuk naik kelas dan terbatas.

"Maka seringnya hanya itu-itu saja yang terlibat," ujarnya.

Baca: Bantu Pengembangan UMKM, Pertamina Sediakan Kredit dengan Bunga Rendah

Halaman
12
Penulis: kur
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved