Catatan Sejarah Black Death

Catatan Sejarah Black Death, Wabah Maut yang Memicu Kematian Massal Jutaan Nyawa di Eropa

Prahara ini berlangsung antara tahun 1347 hingga 1352 Masehi. Jutaan nyawa manusia melayang tanpa bisa dicegah.

Catatan Sejarah Black Death, Wabah Maut yang Memicu Kematian Massal Jutaan Nyawa di Eropa
IST
Ilustrasi peristiwa Black Death yang diabadikan lewat lukisan 

Catatan Sejarah Black Death, Wabah Maut yang Memicu Kematian Massal Jutaan Nyawa di Eropa

TRIBUNJOGJA.COM - Tahun 1351, sepenggal sejarah kelam Majapahit terjadi di lapangan Bubat di ibukota Wilwatikta. Darah tumpah ketika Raja Hayam Wuruk hendak menikahi Dyah Pitaloka dari kerajaan Galuh.

Peristiwa itu terus diingat hingga hari ini sebagai bagian episode tergelap sepanjang sejarah Majapahit. Nah, di tahun yang sama nun jauh di benua Eropa, petaka mengerikan juga berlangsung tanpa henti.

Kematian massal akibat pandemik wabah maut menyapu benua biru, dalam apa yang kemudian disebut “black death”. Prahara ini berlangsung antara tahun 1347 hingga 1352 Masehi. Jutaan nyawa manusia melayang tanpa bisa dicegah.

Penulis Mark Cartwright dalam artikelnya di ancient.eu dikutip Minggu (31/3/2019) menyebutkan, antara 23-30 juta nyawa penduduk Eropa melayang. Wabah penyakit itu ditularkan lewat kutu pada tikus, yang berasal dari Asia Tengah.

Ilustrasi peristiwa Black Death yang diabadikan lewat lukisan
Ilustrasi peristiwa Black Death yang diabadikan lewat lukisan (IST)

Bibit penyakit itu turut serta ke Semenanjung Krimea oleh para pejuang dan pedagang Mongol yang ikut dalam ekspedisi Kubilai Khan ke Eropa. Tulah itu memasuki Eropa barat melalui Italia, dibawa tikus-tikus yang bersembunyi di empat kapal dagang Genoa yang berlayar dari Laut Hitam.

Begitu mautnya wabah ini, antara 30 % hingga 50 % populasi di tempat-tempat yang dilewati “black death” itu musnah. Begitu hebatnya serangan maut yang tidak terlibat ini, berdampak sangat besar bagi masyarakat abad pertengahan di Eropa.

Kisah Tragis Para Ahli Botani yang Mati Kelaparan saat Menjaga Benih Tanaman Pangan

Kaum petani menuntut penghapusan perbudakan, lingkungan desa dan kota tidak terurus, dan begitu mengerikannya wabah serta kematian yang menyertainya, membuat Eropa memulai peradaban baru. Butuh waktu 200 tahun bagi Eropa untuk memulihkan diri.

Ilustrasi peristiwa Black Death yang diabadikan lewat lukisan
Ilustrasi peristiwa Black Death yang diabadikan lewat lukisan (IST)

“Black death” bermula dari kutu parasit atau bakteri bacillus pada tikus, terutama tikus cokelat. Bakteri itu memicu tiga wabah besar. Pertama, wabah pes selama abad 14 Masehi. Bakteri pes ini akan menyebabkan pembengkakan parah di pangkal paha dan ketiak (kelenjar getah bening).

Kelenjar itu akan menghitam dan sangat berbau. Luka hitam yang dapat menutupi tubuh secara umum, yang disebabkan perdarahan internal, dikenal sebagai bubo, dari mana wabah pes mengambil namanya.

Halaman
12
Penulis: xna
Editor: mon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved