Catatan Sejarah Black Death

Bencana 'Black Death', Ketika Gerobak-gerobak Penuh Mayat Jadi Pemandangan Umum Setiap Harinya

The Black Death menurut Mark telah mengguncang pribadi masyarakat Eropa secara keseluruhan. Ada yang menganggapnya fenomena supranatural

Bencana 'Black Death', Ketika Gerobak-gerobak Penuh Mayat Jadi Pemandangan Umum Setiap Harinya
IST
Ilustrasi peristiwa Black Death dalam lukisan, kematian massal yang menyapu eropa 

Paris disebut tiap hari menguburkan 800 orang di masa puncak malapetaka. Kesulitan akurasi ini membuat para ahli sejarah memilih menggunakan rentang angka antara 30 % hingga 50 % kematian di tiap kota di Eropa.

Kematian yang begitu hebat ini membuat populasi Eropa kesulitan kembali ke level sebelum 1347 Masehi. Level yang sama baru terjadi lagi pada 1550 M, atau sesudah lebih kurang 200 tahun prahara kematian hitam itu berlalu.

Ilustrasi peristiwa Black Death yang diabadikan lewat lukisan
Ilustrasi peristiwa Black Death yang diabadikan lewat lukisan (IST)

Konsekuensi dari sejumlah besar kematian itu sangat parah, dan di banyak tempat, struktur sosial masyarakat hancur. Banyak daerah kota kecil yang terkena wabah ditinggalkan penghuninya yang mencari keamanan di pedesaan.

Otoritas tradisional, baik pemerintah maupun dari gereja, menerima gugatan bagaimana bisa bencana seperti itu menimpa rakyat? Bukankah gubernur dan Tuhan dalam beberapa hal bertanggung jawab?

Dari mana datangnya bencana ini dan mengapa begitu membabi buta? Pada saat yang sama, kesalehan pribadi meningkat dan organisasi amal berkembang. Demikian ditulis Mark Cartwright, penulis sejarah yang tinggal di Italia di laman ancient.eu.

Ilustrasi peristiwa Black Death dalam lukisan, kematian massal yang menyapu eropa
Ilustrasi peristiwa Black Death dalam lukisan, kematian massal yang menyapu eropa (IST)

The Black Death menurut Mark telah mengguncang pribadi masyarakat Eropa secara keseluruhan. Ada yang menganggapnya fenomena supernatural, mungkin terkait dengan penampakan komet pada 1345 Masehi.

Yang lain menyalahkan orang berdosa, terutama Flagellants of the Rhineland yang berparade di jalan-jalan mencambuk diri mereka sendiri dan menyerukan agar orang-orang berdosa bertobat agar Tuhan mencabut hukuman mengerikan ini.

Banyak yang menganggapnya sebagai trik iblis yang tidak dapat dijelaskan. Pihak lain lagi menyalahkan musuh tradisional, dan prasangka kuno. Kelompok-kelompok tertentu, terutama orang-orang Yahudi, ribuan di antaranya melarikan diri ke Polandia.

Masalah praktis yang kemudian dihadapi Eropa sesudah wabah berlalu, kemerosotan ekonomi luar biasa yang membuat banyak pihak tidak mampu menggaji orang. Harga-harga barang kebutuhan melonjak dahsyat.

Kisah Tragis Para Ahli Botani yang Mati Kelaparan saat Menjaga Benih Tanaman Pangan

Permintaan barang-barang manufaktur menurun karena pembelinya juga sangat sedikit. Sektor pertanian lumpu karena tidak ada pekerja karena tidak ada yang mampu menggaji buruh. Kerusuhan soial pun meledak.

Halaman
123
Penulis: xna
Editor: mon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved