Sleman

Banyak Dilalui Kendaraan Bertonase Besar, Jalan Kabupaten Alami Kerusakan

Banyak Dilalui Kendaraan Bertonase Besar, Jalan Kabupaten Alami Kerusakan Cukup Parah

Banyak Dilalui Kendaraan Bertonase Besar, Jalan Kabupaten Alami Kerusakan
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Sleman 

TRIBUNJOGJA.COM - Jembatan Ngentak di Desa Bangunkerto yang terletak di ruas jalan alternatif Tempel-Turi ditutup untuk perbaikan sejak Kamis (28/3/2019).

Perbaikan jembatan ini ditargetkan rampung selama 180 hari dan dapat digunakan sebelum Lebaran 2019.

Adapun selain jembatan Ngentak, di wilayah Sleman juga banyak dilakukan perbaikan-perbaikan lainya seperti proyek underpass Kentungan, proyek jembatan penyeberangan orang (JPO) di depan Ambarukmo Plaza dan proyek peningkatan empat jembatan di Jalan Gito Gati.

Banyaknya perbaikan ini maka berimbas pada kerusakan jalan lainnya. Seperti di Jalan Kabupaten yang saat ini mengalami kerusakan karena sering dilalui kendaraan bertonase berat.

Baca: Sambut NYIA, Pemkot Yogyakarta Benahi Infrastruktur dan Maksimalkan Layanan Wisatawan

Biasanya kendaraan tersebut tidak melintas ke jalan tersebut, namun saat ini tak ada pilihan lain karena banyak ruas jalan yang ditutup.

Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman Achmad Subhan meminta agar kendaraan dengan tonase besar agar tidak melintas di jalan kabupaten.

Menurutnya, jalan Kabupaten tidak didesain untuk menahan kendaraan bertonase lebih dari lima ton.

Baca: Cegah Banjir, Tahun Depan Pemkab Bantul Perbaiki Talud Kali Celeng

Terlebih di wilayah DIY masih terjadi hujan dengan curah yang tinggi, dan dapat mempermudah aspal mengelupas.

"Banyak kendaraan yang melintas lebih dari 5 ton. Kalau sekali dua kali melintas tidak apa-apa, lha ini berkali-kali. Jalan kabupaten jadi rusak," keluhnya.(tribunjogja)

Penulis: nto
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved