Yogyakarta

GUSDURian dan Search Gelar Diskusi Bertajuk Jurnalisme Damai

Kegiatan ini dilatarbelakangi kepedulian terhadap isu kekerasan berbasis ekstremisme di lndonesia dan apa yang bisa dilakukan media.

GUSDURian dan Search Gelar Diskusi Bertajuk Jurnalisme Damai
TRIBUNJOGJA.COM / Noristera Pawestri
GUSDURian Yogyakarta dan Search for Common Ground (Search) Indonesia menggelar diskusi kelompok terarah bertajuk 'Jurnalisme Damai' di Hotel Cakra Kusuma, Sabtu (30/3/2019). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Noristera Pawestri

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - GUSDURian Yogyakarta dan Search for Common Ground (Search) Indonesia menggelar diskusi kelompok terarah bertajuk 'Jurnalisme Damai' di Hotel Cakra Kusuma, Sabtu (30/3/2019).

Dari informasi yang dihimpun Tribunjogja.com, kegiatan ini dilatarbelakangi kepedulian terhadap isu kekerasan berbasis ekstremisme di lndonesia dan apa yang bisa dilakukan media dalam menghadapi isu tersebut. 

Ujaran dan hasutan kebencian akan terus bebas berkembang dan tersebar jika tidak ditanggulangi oleh semua pihak untuk membangun dan memperkuat ketahanan di masyarakat. 

Baca: 8 Langkah Mudah Quick and Fresh Make Up Look dari Emina Cosmetics

Satu di antara pihak yang bisa membantu hal ini adalah media.

Baik media offline maupun online memiliki peran penting dalam mendukung demokrasi di Indonesia, Iewat penyajian berita yang menerapkan prinsip jurnalisme damai untuk mendukung kestabilan di masyarakat. 

Di tahun 2016, sebagai jaringan yang berkomitmen untuk merawat persatuan dan kebhinekaan, GUSDURian telah melakukan pemetaan narasi yang berkembang dalam beberapa pIatform media sosial.

Pemetaan tersebut menunjukkan narasi kebencian dan ideologi ekstremisme masih tersebar di sebagian besar platform media sosial.

"Pertemuan ini dapat menjadi titik awal mengembangkan jurnalisme damai yang bisa menjadi bagian kampanye penanggulangan kekerasan berbasis ekstremisme (CVE) bersama Jaringan GUSDURian," tutur Heru Prasetya, Manager Media dan Publikasi Sekretariat Nasional Jaringan GUSDURian.

Baca: Derap Kebangsaan XXV Bahas Tantangan Media Mainstream di Era Industri

Forum ini untuk meningkatkan kapasitas media dalam mendukung perlindungan hak berkeyakinan dan mambangun Indonesia yang lebih kohesif dan ramah terhadap keragaman, khususnya di Yogyakarta.

Program Manager Search - Indonesia, Moudy Cyntia menyampaikan, media memegang peranan penting dalam membentuk perspektif audiens tentang sesuatu.

"Media mainstream maupun media online masih memuat pemberitaan yang bersifat memprovokasi, berpotensi mengikis rasa toleransi dan penghargaan terhadap keragaman," katanya.

Merespon situasi ini, Search merasa perlu untuk bekerja bersama jejaring media untuk membangun kesadaran dan mendorong dihidupkannya prinsip-prinsip toleransi.

"Atau penghargaan serta memberikan ruang bagi kelompok- kelompok minoritas lewat jumalisme damai," lanjutnya. (*)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved