Yogyakarta

Garduaction : Pariwisata Jangan Hanya Dijadikan Eksploitasi Saja

Garduaction ingin punya andil dalam pengelolaan sampah di Parangtritis supaya tidak lagi terjadi banjir bandang akibat sampah-sampah yang menggenang.

Garduaction : Pariwisata Jangan Hanya Dijadikan Eksploitasi Saja
Reporter Magang / Taufiq Syarifudin
Budiyanto saat mengikuti seminar Pariwisata Berkelanjutan 

TRIBUNJOGJA.COM - Komunitas pengelola sampah Garbage Care and Education (Garduaction) Parangkusumo  angkat bicara soal masalah sampah yang juga mejadi persoalan serius di Parangtritis.

Penggagas Garduactio Parangkusumo, Budiyanto mengungkapkan kekhawatirannya soal pariwisata.

Ia berpendapat pariwisata jangan hanya dijadikan eksploitasi saja, namun harus ada juga pelestarian lingkungan.

"Bagaimana orang akan datang jika tempat wisatanya kotor? maka dari itu kita ingin meningkatkan kapasitas kita sebagai komunitas pengeola sampah, termasuk urusan pariwisata itu bukan hanya eksploitas, namun ada juga pelestarian lingkungan hidupnya," kata Budiyanto pada Tribunjogja.com, Kamis (28/3/2019).

Baca: 8 Langkah Mudah Quick and Fresh Make Up Look dari Emina Cosmetics

Budi juga mengungkapkan bahwa sampah mulai tidak terkendali di Yogyakarta khususnya di wilayah Parangtritis.

Selain dari produksi sampah dari masyarakat sendiri dan wisatawan, daerah Parangtritis adalah daerah yang selatan dan menerima banyak kiriman sampah melalui jalur sungai Opak, sebagai muara terakhir sampah yang mengalir dari utara.

Ia juga mengungkapkan bahwa Garduaction ingin mempunyai andil dalam pengelolaan sampah di Parangtritis supaya tidak lagi terjadi banjir bandang akibat sampah-sampah yang menggenang.

"Persoalan sampah sekarang (di Parangtritis-red) cukup pelik, apalagi faktor yang mempengaruhi sampah di Parangtritis beda dari tempat lain. Di sana memang dari masyarakat sendiri juga iya, karena juga letak geografi dekat dengan Sungai Opak maka dapat kiriman dari utara, selain itu juga dari wisatawan," kata Budi.

"Memang Garduaction ini tidak 100% ambil bagian dari pengelolaan sampah, namum kita berusaha semaksimal mungkin. Kita mendirikan Bank Sampah yang mengelola sampah non-organik, ada juga Gardu Green yang mengelola sampah organik, serta ada Divisi Edukasi untuk memberi sosialisasi kepada masyarakat umum," tutur pria yang akrab disapa Budi tersebut.

Efek yang telah dilakukan Garduaction cukup besar bagi warga sekitar terutama bagi wilayah Parangtritis.

Halaman
12
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved