Kota Yogya

DLH Kota Yogya : TPST Piyungan Telah Dibuka Kembali, Normalisasi Sampah Butuh Waktu Seminggu

Perlu waktu setidaknya satu minggu untuk normalisasi sampah yang hingga kini masih terlihat menumpuk di TPS dan juga depo sampah.

DLH Kota Yogya : TPST Piyungan Telah Dibuka Kembali, Normalisasi Sampah Butuh Waktu Seminggu
TRIBUNJOGJA.COM / Amalia Nurul F
Kondisi jalan dan tanah yang becek menjadi kendala pengurukan di TPST Piyungan, Kamis (28/3/2019) siang. 

TRIBUNJOGJA.COM - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta, Suyana menjelaskan bahwa TPST Piyungan telah beroperasi kembali.

Tumpukan sampah yang ada di dalam truk pengangkut sampah, mulai bergerak ke TPST Piyungan.

Perlu waktu setidaknya satu minggu untuk normalisasi sampah yang hingga kini masih terlihat menumpuk di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) dan juga depo sampah.

Baca: 8 Langkah Mudah Quick and Fresh Make Up Look dari Emina Cosmetics

"Jadi mekanismenya, kita akan kirim truk kami yang jumlahnya 40 truk dan penuh sampah untuk naik ke sana. Lalu turun dan membersihkan di TPS dan depo. Selanjutnya ke gerobak yang juga penuh sampah diangkut ke Piyungan. Tapi dari permintaan warga di Piyungan bagaimana caranya agar tidak ada antrean panjang, itu yang kami perhatikan," bebernya.

Antrean truk sampah, lanjut Suyana, sebelum penutupan atau pada waktu normal yakni selama 4-5 jam.

Ia berharap, jadwal Sabtu-Minggu yang tidak digunakan Bantul untuk membuang sampah, akan dimanfaatkan kota dan digunakan semaksimal mungkin.

Baca: Aplikasikan Alat Pengolah Sampah Tanpa Pilah, Warga Tegalrejo Sulap Sampah Jadi Batako

"Harapan kami Sabtu-Minggu itu truk kami bisa bolak-balik tiga kali ke sana," tambahnya.

Ia mengingatkan, meski operasional di TPST Piyungan telah normal, namun ada kemungkinan penutupan TPST Piyungan di kemudian hari akan terulang, mengingat kejadian penutupan kali ini bukan kali pertama.

Tahun lalu penutupan sudah terjadi dua kali, yakni pada Agustus dan Desember dengan durasi masing-masing dua hari, sedangkan tahun ini Maret dengan durasi lebih panjang yakni 6 hari.

"Tidak menutup kemungkinan selanjutnya berulang dengan jarak lebih cepat dan durasi lebih lama. Maka memang saatnya mengubah pola hidup dnegan menerapkan zero waste," bebernya.(*)

Penulis: kur
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved