Yogyakarta

Derap Kebangsaan XXV Bahas Tantangan Media Mainstream di Era Industri

Ragam perubahan besar pada era revolusi industri keempat (Industri 4.0) sekarang ini, tak dipungkiri turut berdampak pada industri media.

Derap Kebangsaan XXV Bahas Tantangan Media Mainstream di Era Industri
TRIBUNJOGJA.COM / Hanif Suryo
Suasana Diskusi Kebangsaan XXV di Joglo Cangkir Jalan Bintaran Yogyakarta, Sabtu (30/3/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM - Ragam perubahan besar pada era revolusi industri keempat (Industri 4.0) sekarang ini, tak dipungkiri turut berdampak pada industri media.

Benar saja, zaman dulu media cetak menjadi primadona kemudian digeser hadirnya televisi yang lebih cepat running news-nya.

Kini media online lebih memudahkan orang mengikuti perkembangan dunia hanya dari genggaman tangan.

Beberapa media cetak digulung oleh kemajuan zaman dan teknologi.

Sejumlah media cetak bahkan yang dulu sangat populer dengan oplah fantastis pun turut terimbas.

Baca: 8 Langkah Mudah Quick and Fresh Make Up Look dari Emina Cosmetics

Hal ini tidak bisa dielakkan.

Karena memang yang abadi adalah perubahan.

Topik ini yang diangkat oleh Paguyuban Wartawan Sepuh (PWS) Yogyakarta pada Diskusi Kebangsaan XXV di Joglo Cangkir Jalan Bintaran Yogyakarta, Sabtu (30/3/2019).

"Sejak awal saya sampaikan, bahwa pengelola media, jurnalis, masyarakat, dan bangsa harus kita sadarkan. Kita tidak boleh hanya menjadi objek saja di era revolusi industri 4.0 yang turut berimbas pada industri media," ujar mantan wartawan yang pernah menjadi Ketua Komisi Yudisial (KY), Dr Imam Anshori Saleh SH MHum.

Pria yang kini kembali menjadi praktisi media sebagai Pemimpin Redaksi Senayan Pos tersebut mengatakan, tantangan besar pun dihadapi semua pihak di era revolusi industri media tak terkecuali bagi pemerintah.

Halaman
12
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved