Yogyakarta

Soal Banjir, Minggu Depan BPBD DIY Kumpulkan Pihak Terkait Bahas Penanganan Infrastruktur

Status tanggap darurat bencana di Bantul masih akan diperpanjang sampai tanggal 7 April 2019.

Soal Banjir, Minggu Depan BPBD DIY Kumpulkan Pihak Terkait Bahas Penanganan Infrastruktur
Tribun Jogja/ Noristera Pawestri
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Biwara Yuswantana 

TRIBUNJOGJA.COM - Sampai dengan saat ini, penanganan dampak dari bencana banjir, tanah longsor, maupun angin kencang yang terjadi pada Minggu (17/3/2019) masih terus berlanjut.

Biwara Yuswantana, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY menyampaikan jika minggu depan pihaknya akan mengumpulkan BPBD Kabupaten yang terdampak untuk dilakukan koordinasi dan perhitungan kerugian akibat bencana tersebut.

Dia juga menyebutkan jika untuk di Bantul sendiri, sudah memberikan pelaporan tertulis terkait kerugian yang dialami.

Baca: 8 Langkah Mudah Quick and Fresh Make Up Look dari Emina Cosmetics

Namun, untuk kabupaten yang lain masih dalam tahap penghitungan.

"Kerugian sarana prasarana ada sekolah, rumah penduduk, jembatan, jalan, talud, gorong-gorong, peternakan, kandang, perikanan, kolam ikan, pertanian, UMKM, tempat usaha dan peralatan. Ini masih bantul saja yang sudah mengumpulkan laporan kerugian, yang lain kita masih menunggu," terangnya pada Tribunjogja.com.

Biwara mengatakan jika untuk status tanggap darurat bencana di Bantul masih akan diperpanjang sampai tanggal 7 April 2019, yang mana sebelumnya status tanggap darurat ditetapkan sampai tanggal 31 Maret 2019.

Baca: Disdikpora Bantul Masih Data Kerusakan Sarana Prasarana Sekolah Akibat Banjir

"Semua rapat minggu depan, kita undang semua. Bantul sudah mendahului laporan tertulis. Wilayah lain masih menunggu. Prioritas saat ini, baru pendataan, termasuk anggaran yang diperlukan untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak. Ada jalan provinsi yang rusak, talud juga jebol mana yang kewenangan provinsi atau mana yang kewenangan kabupaten yang diusulkan ke provinsi. Kita cari solusi anggaran," terangnya.

Berkenaan dengan penanganan yang sudah dilakukan oleh BPBD yakni pemulihan dan normalisasi fungsi pelayanan publik.

Dimana jalan yang terputus maupun tanggul jebol sementara ditutup dengan karung, untuk di Imogiri, ada penutupan terpal sebanyak 220 terpal untuk menutup lokasi longsor agar tidak terjadi longsor susulan.

Baca: Kerugian Banjir dan Longsor di Bantul Capai Rp 106 Miliar

"Jalan longsor yang terputus sementara kita ditutup dengan karung pasir, misalnya tanggul kali serang jebol sehingga air menggenangi pemukiman ditutup karung pasir sekarang sudah aman. Imogiri kita tutup dengan 220 terpal, supaya tidak ada longsor susulan. Di atas ada makam yang tidak ternilai harganya dan dibawah ada pemukiman yang harus kita lindungi," ungkapnya.

Selain itu, juga pembersihan lingkungan yang terkena material akibat banjir, pembersihan sumur yang kotor.

"Ada ribuan sumur. Progres saya kira sudah tertangani. Untuk saat ini baru dilakukan pendataan, termasuk desain teknis atau anggaran. Penutupan terpal di makam Imogiri belum tahu sampai kapan, tergantung proses anggaran. Kan juga harus melalui prosedur," katanya. (*)

Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved