Bisnis

BI Kpw DIY Mendorong UMKM Jogja Go Digital

Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY menggelar acara UMKM Jogja Go Digital : Capacity Building UMKM to E-commerce, E-financing dan E-payment.

BI Kpw DIY Mendorong UMKM Jogja Go Digital
istimewa
Sri Fitriani, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY 

TRIBUNJOGJA.COM - Sebagai bentuk komitmen Bank Indonesia dalam mendorong pengembangan UMKM Yogyakarta, pada tanggal 1 – 2 April 2019, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar acara UMKM Jogja Go Digital : Capacity Building UMKM to E-commerce, E-financing dan E-payment di Sheraton Hotel Yogyakarta.

Ini merupakan sebuah program pengenalan (on-boarding) kepada UMKM Yogyakarta mengenai akses pemasaran (e-commerce), akses permodalan (e-financing) dan pembayaran secara non-tunai (e-payment).

Selama 1,5 hari, Peserta akan mengenal dunia pembayaran & permodalan digital, merubah mindset siap mencoba untuk menuju on line, belajar teknik fotografi produk dan editing menggunakan Ponsel, praktek pembuatan konten, dan belajar promosi di Sosial Media untuk mendukung on-boarding.

Baca: 8 Langkah Mudah Quick and Fresh Make Up Look dari Emina Cosmetics

“Pasca kegiatan transaksi UMKM melalui e-commerce akan dimonitor secara kontinyu sehingga terbentuk data UMKM Digital Yogyakarta yang bisa dimanfaatkan untuk pengembangan UMKM Yogyakarta selanjutnya,” kata Deputi BI KPw DIY Sri Fitriani, Jumat (29/3/2019).

Ini merupakan sinergi program Bank Indonesia dengan banyak pihak, antara lain Asosiasi E-commerce Indonesia (IdEA), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta yang menangani UMKM serta Asosiasi Penggerak UMKM Yogyakarta.

Adapun tujuan pelaksanaan kegiatan, adalah untuk meningkatkan literasi UMKM atas perkembangan UMKM Digital, program UMKM Online yang termonitor, mempertemukan Produk UMKM dengan marketplace yang tepat, dan meningkatkan kapasitas UMKM untuk masuk ke bisnis online.

Baca: Gandeng Shopee, DILo Jogja Gelar Pelatihan Gratis untuk Pelaku UMKM

Sri Fitriani mengumgkapkan UMKM memiliki peranan strategis dalam meningkatkan pertumbuhan perekonomian Indonesia baik dari sisi jumlah unit usaha, kontribusi terhadap PDB Indonesia, penyerapan tenaga kerja dan ekspor.

Berdasarkan data BPS tahun 2017, kontribusi UMKM  terhadap PDB sebesar 64,41%, penyerapan tenaga kerja  sebesar 97,02%, dan ekspor Indonesia sebesar 17,92%.

Penetrasi internet di Indonesia telah mencapai 54,68% atau sebesar 143,26 juta jiwa dari seluruh penduduk Indonesia.

Perkembangan teknologi informasi dan penggunaan smartphone/tablet semakin mendukung meluasnya penggunaan internet di Indonesia.

Baca: Sriboga Bidik Segmen UMKM Yogyakarta

Hal tersebut mendorong munculnya berbagai inovasi teknologi, aplikasi atau platform berbasis internet termasuk fintech, e-commerce maupun marketplace yang kemudian mentransformasi perilaku bertransaksi bagi sebagian masyarakat dari berbelanja konvensional menjadi berbelanja online.

Sejak transformasi itu, jumlah transaksi e-commerce terus tumbuh. Diperkirakan, pada tahun 2025 market size e-commerce di Indonesia akan mencapai 53 Miliar USD.

Berdasarkan data Neraca Perdagangan antar wilayah Indonesia, BPS, per Januari 2019 transaksi e- commerce tumbuh sebesar 135,8%(yoy) dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2018.

“Ini adalah peluang yang sangat baik bagi UMKM Indonesia. Kekayaan alam (bahan baku), keberagaman dan keunikan budaya Indonesia seharusnya bisa menjadi kekuatan bagi UMKM Indonesia untuk bisa bersaing di pasar online,” ujarnya.(*)

Penulis: vim
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved