Jawa

Teliti Nasi dari Biji Nangka Antarkan Dua Pelajar Magelang Raih Emas di Olimpiade Internasional

Dia pun berpikir bagaimana sesuatu yang kurang berguna itu bisa diubah menjadi sesuatu yang dapat dimanfaatkan.

Teliti Nasi dari Biji Nangka Antarkan Dua Pelajar Magelang Raih Emas di Olimpiade Internasional
Istimewa
Muhammad Usman Muqoffa (18) dan Muhammad Farkhan Suha (18) berfoto bersama Kepala SMAN 1 Grabag, Kabupaten Magelang, Ani Ardi Supriyani. 

"Saat kami teliti lebih jauh, kami juga menemukan fakta bahwa beton ini dapat meningkatkan produksi insulin dalam pangkreas sehingga baik untuk penderita diabetes militus. Jika demikian, tentunya, biji nangka ini sangat bermanfaat,” ujar Suha.

Cara pembuatan nasi beton ini pun cukup mudah.

Pertama, mereka mengumpulkan biji nangka atau beton tersebut, kemudian dikupasnya.

Beton yang telah dikupas selanjutnya diblender, lalu dikeringkan dan dihaluskan menggunakan mesin tepung.

Bahan tersebut kemudian dicampur dengan tepung kedelai dan tepung tapioka dengan formulasi yang dirumuskan mereka.

Bahan itu kemudian dikukus selama 30 menit, kemudian dicetak hingga akhirnya menjadi beras.

Setelah menjadi beras cara memasaknya hanya dengan dikukus selama 10 menit sudah masak.

Sebelum mengikuti Hongkong Student Science Project Competition (HKSSPC) 21-24 Maret 2019, Suha terlebih dahulu mengikuti Ispo (Indonesia Science Project Olimpiade 2018) dan berhasil mendapatkan medali perak.

Ia pun kemudian mengirimkan proposal tentang hasil penelitian biji beton tersebut, dan lolos dengan mengirimkan full paper.

Setelah melalui proses seleksi, seleksi poster, kemudian presentasi di depan juri, ia berhasil mendapatkan medali perak (juara dua) tingkat nasional.

Baca: Berjualan Sejak 1975, Lapak Buah Nangka di Kotabaru Ini Kebanjiran Pembeli Saat Ramadan

Halaman
1234
Penulis: rfk
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved