Breaking News:

Pendidikan

Dosen Fakultas Psikologi UGM Meneliti Tingkat Kepemimpinan Diri Mahasiswa

Generasi milenial membutuhkan kemampuan mengarahkan diri untuk mampu melepaskan dari ketergantungan kepada kelompok dan mampu mengarahkan

Istimewa
Dosen Fakultas Psikologi UGM Yuli Fajar Susetyo SPsi MSi 

Laporan Reporter Tribun Jogja Noristera Pawestri

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Generasi milenial membutuhkan kemampuan mengarahkan diri untuk mampu melepaskan dari ketergantungan kepada kelompok dan mampu mengarahkan dorongan berprestasi yang tepat.

Demikian dikemukan oleh Dosen Fakultas Psikologi UGM Yuli Fajar Susetyo SPsi MSi saat menyampaikan hasil penelitiannya tentang faktor personal terhadap kepemimpian diri pada mahasiswa pada Ujian terbuka promosi doktor di ruang auditorium G-100 Fakultas Psikologi UGM, Kamis (28/3/2019)

Penelitian yang melibatkan 375 mahasiswa UGM ini menghasilkan temuan bahwa kepribadian kesungguhan, efikasi diri, motivasi intrinsik dan regulasi emosi memberikan kontribusi 55,7 persen terhadap kepemimpinan diri.

Baca: Mahfud MD Mengapresiasi Komunitas Seni Tari Rampoe UGM yang Akan Berlaga di Rumania

”Kemampuan memimpin diri sendiri bukanlah mekanisme otomatis yang dimiliki individu melainkan upaya kontrol diri secara sadar dan melibatkan upata mengarahkan pemikiran konstruktif, memotivasi diri dan mengembangakan strategi perilaku,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunjogja.com

Dari penelitiannya, diketahui kontribusi faktor kepribadian kesungguhan dan efikasi diri terhadap motivasi intrinsik sebesar 49,8 persen, lalu sumbangan kepribdian kesungguhan dan efikasi diri terhadap regulasi emosi sebesar 18,9 persen.

“Sementara kontribusi efektif kepribdian terhadap efikasi diri sebesar 61,1%,” katanya.

Ia menjabarkan, kepemimpinan diri mahasiswa yang berprestasi ditentukan oleh regulasi emosi dan motivasi intrinsik.

Baca: Generasi Milenial Lebih Boros Ketimbang Generasi Lain, Ini Penyebabnya!

Dengan demikian, kemampuan untuk memimpin diri tidak tergantung kepada ciri sifat kontrol diri dan keyakinan diri karena lebih diperlukan adalah mekanisme kebiasaan menerapkan strategi, mengendalikan emsoi, mengendalikan kognitif dan mengendalikan motivasi.

Namun untuk menjadi pemimpin diri sendiri, kata dia, tidak tergantung pengalaman dan masa lalunya melainkan seberapa kuat seorang individu berusaha untuk menguasai diri.

“Mampu mengatur diri, mengarahkan pikiran, emosi, dan perilaku untuk mencapai tujuan dan menjaga perilaku bertujuan,” ujarnya.

Dari hasil penelitian ini ia merekomendasikan adanya program pengembangan diri di kampus perlu diarahkan untuk melatih kemampuan dan kebiasaan melakukan strategi kepemimpinan diri.

Selain itu mengembangkan dua determinan utama yaitu kemampuan mengelola emosi, memfasilitasi motivasi intrinsik dan melatih perserta untuk mencari dan menemukan sisi aktivitas yang berhubungan dengan motivasi intrinsik. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved